Enam Kabupaten Miliki Potensi Kerawanan Saat Pilkada

Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji saat mengecek langsung pergeseran pasukan (Serpas) untuk pengamanan di 489 TPS di Kabupaten Merauke, kemarin (4/12). (FOTO: Sulo/Cepos)

JAYAPURA-Menjelang pelaksanaan Pilkada di 11 Kabupaten di Papua, situasi Kamtibmas di Papua terutama daerah yang melakukan Pilkada dinyatakan aman dan kondusif.
Berbagai upaya telah dilakukan Polda Papua. Wakapolda Papua Brigjen Pol. Mathius D. Fakhiri mengatakan, keterlibatan Polri dalam Pemilukada khususnya Polda Papua saat melaksanakan pengamanan dan mengawal surat suara sampai ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) memang membutuhkan ekstra kerja keras dari semua pihak. Baik itu penyelenggara maupun aparat keamanan harus bersama-sama bersinergi dalam menyukseskan pelaksanaan Pilkada di 11 Kabupaten yang ada di Papua.
“Keamanan tidak hanya menjadi tugas dari TNI-Polri, terlebih masyarakat dan lebih khusus lagi para peserta,” ucap Wakapolda dalam dialog interaktifnya, Jumat (4/12).
Dikatatakan, pengamanan Pilkada di 11 Kabupaten di Papua untuk personel Polri berjumlah 3.776 personel. Jumlah tersebut sudah ditambah dengan anggota Brimob nusantara sebanyak 600 yang nantinya akan dibagi dalam beberapa kelompok.
“Dari unsur TNI sendiri kita minta perbantuan sebanyak 938 personel. Saya harapkan sinergitas antara TNI-Polri harus kompak dalam menjaga situasi di masing-masing daerah,” ucap Wakapolda.
Terkait dengan pemetaan daerah rawan, Polda Papua telah memetakan sebanyak 6 kabupaten dari 11 yang dianggap rawan yakni Boven Digoel, Pegunungan Bintang, Yahukimo, Nabire, Waropen dan Mamberamo Raya.
“Enam kabupaten tersebut memiliki potensi kerawanan menurut indek potensi kerawanan. Kepada siapapun yang mencoba melakukan intimidasi terhadap pelaksanaan Pilkada akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku,” tegas Wakapolda.
Dirinya mengimbau masyarakat di 11 kabupaten yang melaksanakan Pilkada untuk wujudkan Pilkada yang aman dan damai dengan tetap mempedomani protokol kesehatan. Yakni menggunakan masker, menjaga jarak serta selalu mencuci tangan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Secera terpisah, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan, tahapan Pilkada di 11 Kabupaten di Papua akan memasuki massa tenang pada tanggal 6 hingga 8 Desember 2020.
Sementara tahapan kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati pada pelaksanaan Pilkada tahun 2020 akan berakhir pada 5 Desember.
“Pelaksanaan tahapan Pilkada akan memasuki masa tenang selama 3 hari sebelum pencoblosan tanggal 9 Desember,” kata Kamal.
Kamal memastikan situasi Kamtibmas di 11 kabupaten yang akan melaksanakan Pilkada sampai saat ini terbilang aman dan kondusif. Dirinya berharap tetap terjaga hingga pasca pencoblosan nantinya.
“Apabila ada tim sukses atau massa dari masing-masing pasangan calon merasa tidak puas dengan tahapan yang telah dilaksanakan, bisa menempuh jalur hukum dan tidak mengumpulkan massa yang banyak mengingat saat ini kita masih dihadapi pandemi Covid-19,” pungkasnya. (fia/jo/ulo/itb/nat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *