Utamakan Pendekatan Hulu ke Hilir, Siap Lahirkan Pegusaha Muda Papua 

Suasana pelatihan Kopi Sensory Dasar dan Lanjutan di salah satu hotel Selasa, (3/12) lalu. ( FOTO: Noel wenda)

Melihat Program Pertumbuhan Ekonomi Hijau  Dalam Meningkatkan Pendapatan Sektor UMKM

Kurang lebih lima tahun program pengembangan ekonomi hijau yang digagas bersama pemerintah Inggirs bersama Indonesia mulai memberikan perhatian yang lebih pada pengembangan sektor UMKM yang berbasis ekonomi hijau atau green economic growth. Seperti apa programnya

Laporan : Noel Wenda

Green Economic Growth Programme for Papua  Provinces atau lebih dikenal dengan nama GEG atau Ekonomi Hijau Papua  adalah program kerjasama Pemerintah Inggris dan Pemerintah Republik Indonesia yang dilaksanakan di bawah Unit Perubahan Iklim Inggris (UKCCU) dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan bekerjasama dengan Bappeda dan DPMK Provinsi Papua  & Papua  Barat.

“Program bertujuan memberikan dukungan teknis bagi petani kecil, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Provinsi Papua  dan Papua  Barat dalam beberapa komoditas utama yaitu kopi, kakao, pala rumput laut, VCO (Virgin Coconut Oil) dan juga anak muda yang diarahkan untuk dikembangkan menjadi pengusaha tangguh dengan menerapkan prinsip-prinsip berkelanjutan. Program juga memberikan dukungan kepada pemerintah dalam pengelolaan pembangunan ekonomi lokal berbasis investasi hijau di Papua  dan Papua  Barat,” Kata Market Sistim  WA1 Leader Green Ekonomi Giri Arnawa.

Salah satu yang tengah dirintis denga konsep ekonomi hijau adalah dengan memanfaatkan tanaman kopi yang saat ini sedang digandrungi segala usia. Seperti yang dilakukan Owner Hightland Roastery  Yafeth Wetipo.

Yafeth Wetipo mengatakan dulu tempat miliknya hanya sebagai sangrai kopi dan jual perkilo serta kemasan  ke cafe – cafe dan pada tahun 2019 dibantu oleh green ekonomi dengan pengadaan alat-alat trainning  “Dan keseluruhan Kopi Papua   ada di sini untuk orang bisa mengetes, sementara pelatihan ini yang pertama kali dengan Ekonomi hijau,” katanya.

Dia dan istrinya bersyukur mendapat dukungan dari ekonomi hijau tersebut terus berupaya memberikan motivasi kepada anak-anak Papua  untuk memiliki jiwa bisnis dan bisa menjadi pengusaha yang sukses.

“Antusias anak muda untuk berjualan kopi cukup tinggi, namun belum ada tempat untuk mereka belajar tentang barista dan tempat ini akan jadi tempat untuk mereka belajar dan memahami tentang kopi dan bagaimana mengelola serta manfaatnya dalam dunia bisnis,” katanya.

Selain berfokus pada komoditas utama yaitu kopi, kakao, pala, rumput laut, VCO (Virgin Coconut Oil) ekonomi hijau juga terus berfokus pada pelatihan kepada pemuda pemudi asli Papua  yang mau berkembang dari berbagai dunia salah satunya adalah kopi Papua  yang saat ini menjadi tren tentu menjadi peluang bisnis yang perlu dimanfaatkan baju orang Papua

“Kami gandeng  instruktur PT Belajar kopi bersama (5758 Coffe Lab Bandung) Ekonomi Hijau ajak 25 Pegiat kopi yang tergabung  dalam komunitas kopi Numbay Jayapura mendapat pelatihan Kopi Sensory Dasar dan Lanjutan di Hotel Aston Jayapura, Selasa, (3/12) lalu,” kata Market Sistie  WA1 Leader Green Ekonomi Giri Arnawa

“Kita siapkan tempat bagi mereka untuk melakukan peningkatan kapasitas agar teman-teman di Papua  juga bisa meningkatkan, kemampuan di bidang kopi, sehingga dapat meningkat dan memberikan manfaat dalam rantai nilai pengembangan kopi sendiri, dan mereka bisa merasakan manis asin pahit kopi,” katanya.

“Diharapkan mereka benar – benar mengetahui kualitas kopi yang diracik karena kopi Papua  ini memiliki potensi yang sangat baik dan disajikan dengan baik dan bermanfaat untuk  petani, dan bisa juga meningkatkan gairah petani kopi,” katanya.

Iya pun berharap dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh masyarakat Papua  diharapkan dapat dimanfaatkan efisien mungkin oleh masyarakat Papua  secara baik dan cepat guna dan manfaat, dan dengan dukungan semua pihak dapat kan pengusaha pengusaha muda yang kompeten dan mampu bersaing dengan  masyarakat global. (*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *