Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Capai Rp 11,27 Miliar

Achmad Zainuddin (Foto : Sulo/Cepos)

MERAUKE-Pandemi Covid-19 yang terjadi dalam kurun waktu 9 bulan terakhir sejak Maret lalu, telah berpengaruh terhadap kemampuan peserta mandiri BPJS Kesehatan Cabang Merauke dalam membayar iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Merauke Achmad Zainuddin Y., mengungkapkan bahwa jumlah tunggakan iuaran BPJS Kesehatan sampai awal Desember 2020 sebesar Rp 11.27 miliar lebih. “Sampai hari ini, di tahun 2020 total tunggakan iuran lebih dari Rp 11,27 miliar,’’ kata Achmad Zainuddin kepada wartawan dalam media gathering yang digelar BPJS Kesehatan Cabang Merauke, Selasa (1/12).
Menurut dia, tunggakan ini merupakan tunggakan dari 4 kabupaten yang menjadi wilayah kerja BPJS Kesehatan Merauke. Untuk Merauke sebesar Rp 7,558 miliar, Kabupaten Asmat sebesar Rp 1,3 miliar lebih, Kabupaten Boven Digoel sebesar Rp 1 miliar lebih dan Kabupaten Mappi sebesar Rp 1,2 miliar lebih dengan total peserta yang menunggak sebanyak Rp 11.080 orang.
Meski selama pandemi, ada kebijakan relaksasi yang diberikan yang akan berakhir pada akhir Desember 2020, untuk membayar tunggakan dengan cara cicil, namun sebagian dari peserta tersebut tidak memanfaatkan kesempatan yang diberikan tersebut.
Achmad Zainuddin menjelaskan bahwa berbagai langkah dilakukan pihaknya untuk menagih iuran tunggakan tersebut melalui berbagai cara. Diantaranya pihaknya memiliki tim colecting iuran yang melalui sistem colection dengan cara menghubungi peserta yang menunggak melalui telpon peserta.
“Memang ada beberapa kendala terkait dengan tidak validnya nomor telepon peserta. Lalu juga kendala di aplikasi yang mengirimkan pesan terkait pesan tunggakan iuran melalui media whatshap,” terangnya.
Kendala utamanya, lanjut dia, kembali kepada peserta dimana pertama ada menyangkut ketidakmampuan peserta dalam membayar iuran apalagi dengan kondisi pandemi Covid-19 yang berkaitan dengan penghasilan. Kedua, peserta yang memiliki kemampuan membayar secara ekonomi namun lupa membayar.
“Kalau lupa itu manusiawi dan pass mau membutuhkan dan hendak mendapatkan pelayanan baru melunasinya,” tandasnya.
Kendati terjadi tunggakan yang mencapai belasan miliar tersebut, namun Achmad Zainuddin menilai dari sisi keberhasilan angka secara target BPJS Kesehatan Cabang Merauke masih berada di posisi lumayan bagus, meskipun tidak sempurna. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *