Potensi Sagu Papua, Butuh Sokongan Dana Dari Pemerintah Pusat

Suasana Focus Group Discussion Pengolahan Industri Sagu di Papua yang melibatkan semua stakeholder terkait termasuk Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Provinsi Papua Provinsi Papua, Papua Muda Inspiratif dan Asisten Deputi Pengembangan Agro Bisnis Holtikultura di Swiss-Belhotel Papua, Jayapura, Selasa (1/12) kemarin. (FOTO: Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Melalui Focus Group Discussion Pengolahan Industri Sagu di Papua yang digelar di Swiss-Belhotel Jayapura, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Provinsi Papua Provinsi Papua harapkan dukungan pemerintah pusat dalam hal bantuan modal bagi pengembangan industry sagu di Papua.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Provinsi Papua Provinsi Papua, Omah Laduani Ladamay menjelaskan terkait dengan industri sagu di Papua yang sangat besar potensinya dan sudah saat ini diimplementasikan agar Sagu Papua bisa menjadi sebuah industri yang mengangkat ekonomi masyarakat dan menuntaskan kemiskinan di Papua.
“ Potensi sagu di Papua sangat luar biasa, untuk itu kami sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah pusat dalam hal bantuan dana untuk pengolahan industri sagu yang ada di Papua, besaran dana sekitar Rp 60 miliar untuk tiga lokasi pengembangan industri sagu di Papua yang tengah kita kerjakan,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (1/12) kemarin.
Untuk turut mendukung program pemerintah, pihaknya juga mengajak anak-anak muda Papua untuk dapat terjun di dunia wirausaha, guna mengelolah potensi sumber daya alam yang melipah ruah di Papua, bukan hanya sagu, ada juga kopi, buah merah, ikan dan sebagainya.
“Untuk mengajak anak-anak muda Papua menjadi wirausaha tentu membutuhkan sokongan modal, seperti yang telah kita lakukan beberapa waktu lalu bagi 40 orang anak muda, selain melatih anak-anak muda Papua juga kami berikan modal, setelah dapat modal inovasi teknologi juga kami bekali agar pelaku UMKM dapat meningkatkan produktifitas,” tambahnya.
Asisten Deputi Pengembangan Agro Bisnis Holtikultura, Yulli Sriwiyanti menjelaskan pihaknya benar-benar fokus merancang pengembangan sagu bersama Disperindag Provinsi Papua, mengingat potensi sagu di Papua sangat besar.
“Berbagai upaya telah kami lakukan, baik itu mengenalkan masyarakat terkait pangan sagu itu sendiri, jika sagu sudah dikenal masyarakat maka secara otomatis pengelolaan sagu, peningkatan produktivitas, peningkatan teknologi untuk pengolahan sagu akan dilaksanakan, ini sedang kami sama-sama mengupayakan,” katanya.
Terkait dengan bantuan yang diharapkan dari Disperindag Provinsi Papua, pihaknya akan mengkoordinasikan kepada setiap kementrian terkait melalui usulan dan program yang akan dilaksanakan. “ kami memang tidak memiliki wewenang untuk langsung memberikan solusi dalam hal memenuhi bantuan yang dibutuhkan, tapi akan kami usulkan ke pusat agar dapat direalisasikan sesuai dengan kebutuhan yang diharapkan,” tambahnya.
Sementara itu, dalam upaya melibatkan anak muda Papua, Komisaris Papua Muda Inspiratif (PMI) Papua, Niel Aiwoiy menjelaskan pihaknya siap mendukung program pemerintah.
“Kami PMI sendiri merupakan salah satu dari sekian banyak gerakan anak muda yang mencoba untuk memberikan masukan dan kontribusi bagi pemerintah Papua, dari sisi pemuda memang kami tidak memiliki anggaran kalau tidak diseport baik oleh pemerintah,” katanya. (ana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *