Pjs Bupati Yahukimo Komitmen Sukseskan Pilkada

Hosea Murib(Foto: Pemkab Yahukimo for Cepos)

Minta ASN Jaga Netralitas untuk Menghindari Gesekan

WAMENA-Pemerintah Kabupaten Yahukimo memastikan siap mendukung pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 yang juga digelar di Kabupaten Yahukimo 9 Desember mendatang.
Meskipun Kabupaten Yahukimo memiliki wilayah yang cukup luas dengan tingkat kesulitan yang tinggi lantaran tak semua distrik dan kampung bisa dijangkau dengan jalan darat, namun Pjs. Bupati Yahukimo, Hosea Murib berkomitmen untuk menyukseskan pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Yahukimo.
Hosea Murib mengakui tidak mudah untuk menggelar Pilkada di Kabupaten Yahukimo. Sebab daerah ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.
“Wilayahnya cukup luas dengan jumlah DPT 318.000 jiwa. Dari 41 distrik dan 518 kampung, hampir semua hanya bisa dijangkau dengan transportasi udara. Belum lagi ada 12 suku yang berbeda karakter,” ungkapnya dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Selasa (1/12).
Dengan tingkat kesulitan yang tinggi ini, Hosea Murib mengharapkan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 ini kembali menggunakan pemungutan suara dengan sistem noken.
Hosea Murib mengaku, ada beberapa agenda yang akan dilakukan. Di antaranya, akan memanggil kepala distrik dan kepala kampung serta semua OPD di lingkungan Pemkab Yahukimo. Dirinya akan melakukan pertemuan untuk menegaskan netralitas ASN khususnya dalam Pilkada Kabupaten Yahukimo.
“Sebagai Pjs. Bupati, saya adalah anak asli Yahukimo yang ditugaskan negara melalui Gubernur Papua untuk menyukseskan Pilkada di Kabupaten Yahukimo dan prinsip saya netral. Karena saya melihat dua pasangan calon yang ada adalah anak -anak Yahukimo,” tegasnya.
Ia juga mengatakan, semua calon yang ada di Kabupaten Yahukimo memiliki dukungan dari masyarakat. Oleh karena itu, dirinya juga tak bisa membeda-bedakan pasangan calon yang berjuang dalam Pilkada Serentak ini.
Untuk itu, sebagai Pjs. Bupati Yahukimo, dirinya menginginkan seluruh ASN di Kabupaten Yahukimo bersikap netral. Hal ini sangat penting agar tidak terjadi kisruh seperti kabupaten lain yang bisa mengakibatkan krisis pembangunan.
“Pengamalam yang saya lihat ada potensi konflik. Oleh karena itu, saya menginginkan ASN di sana apa yang sudah diarahkan dapat diikuti dengan baik. Jangan ampai ada lagi gesekan yang mengakibatkan terjadinya krisis SDM yang sebenarnya sudah layak untuk digunakan,” ucapnya.
Dalam pelaksanaan agenda politik ini, Hosea Murib mengakui bahwa masyarakat sudah mulai memahami politik itu hanya sesaat. Bahkan masyarakat dengan budayanya sudah diajarkan mana yang benar dan yang tidak tentang politik. Sehingga mereka juga memahami siapapun yang terpilih adalah bupati mereka.
“Banyak yang mempredikisi Kabupaten Yahukimo masuk dalam kerawanan Pilkada. Namun saya sebagai Pjs Bupati, akan melakukan koordinasi dengan Kapolres dan Dandim untuk melakukan pengamanan agar Pilkada bisa berjalan dengan baik dan aman,” pungkasnya. (jo/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *