Debat Publik Kedua, Sering Alami Gangguan Tehnis

Theresia Mahuze, SH (Sulo/Cepos)

MERAUKE-Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Merauke kembali menggelar debat publik kedua bagi pasangan calon bupati di Swiss Belhotel Merauke, Senin (30/11). Debat publik ini disiarkan langsung lewat media sosial facebook resmi KPU Merauke dan salah satu TV kabel yang ada di Merauke.
Sayangnya, dalam debat ini ada beberapa kali mengalami gangguan teknis seperti timer atau pengatur waktu yang gangguan. Begitu juga dengan masalah microphone yang kadang tidak ada suara membuat apa yang disampaikan oleh Paslon tidak terdengar.
Saat terjadi gangguan tehnis tersebut, terpaksa diisi dengan iklan, sehingga terasa durasi untuk iklan lebih panjang. Pelaksanaan debat yang dilaksanakan oleh KPU Merauke ini telah diserahkan ke EO atau Event Organizer.
Meski begitu, Ketua KPU Kabupaten Merauke Theresia Mahuze, SH kepada wartawan seusai debat tersebut mengungkapkan, jika debat yang dilakukan ini merupakan putaran kedua dan dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan mekanisme yang sudah diatur dengan 5 segmen.
Menurutnya, debat ketiga akan dilaksanakan 4 Desember mendatang yang merupakan debat terakhir. “Untuk depat ketiga ini merupakan debat yang lebih fokus pada penajaman visi misi dari setiap Paslon. Tapi untuk pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kami serahkan sepenuhnya kepada para finalis. Kami akan lakukan koordinasi untuk pelaksanaan debat ketiga tersebut,” jelasnya.
Theresia Mahuze juga menjelaskan bahwa debat publik yang dilakukan ini dengan tetap mengikuti protokol kesehatan dimana yang hadir dalam ruangan debat publik ketiga paslon, 4 tim pasangan calon, 2 komisioner Bawaslu, 5 komisioner KPU, finalis dan moderator.
Theresia Mahuze menjelaskan dengan debat publik kedua yang dilaksanakan ini, pemilih di Merauke memiliki gambaran visi misi untuk memantapkan memilih salah satu Paslon pada 9 Desember 2020. Sementara itu, pada debat kedua ini calon wakil bupatinya diberi ruang bertanya dan menjawab antara sesama calon wakil bupati. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *