Pendidikan Karakter Siswa Sulit Diterapkan

Kepala Sekolah SMK Ninabua Wamena Bernart S Maalangen saat berdiskusi bersama salah satu guru di sekolah tersebut. (FOTO : Denny/ Cepos)

WAMENA-Sejumlah guru di Kabupaten Jayawijaya, mengaku belum bisa menerapkan pendidikan karakter bagi siswa selama pandemi Covid-19, akibat keterbatasan tatap muka antara guru dan siswa yang selama ini berlangsung guna menerapkan Protokol Kesehatan.
Kepala SMK Ninabua Wamena Bernart S Maalangen mengatakan untuk menerapkan pendidikan karakter, perlu tercipta pertemuan tatap muka untuk menilai sikap, perilaku anak dalam hal mendidik dan mengarahkan karakter dari yang kurang baik menjadi baik. Tentu ada nasihat yang disampaikan oleh guru maupun sekolah dalam kaitan dengan kesehatan
“Ini yang banyak kami terapkan dalam hal pembinaan-pembinaan, imbauan-imbauan. Kalau karakter berkaitan dengan sikap lainnya, itu tidak bisa dipenuhi karena tidak ada pertemuan dan tatap muka. Ada pertemuan tetapi terbatas,” ungkapnya Jumat (27/11) kemarin via selulernya.
Ia mengatakan pembinaan karakter yang biasanya dilakukan melalui kegiatan kepramukaan maupun ekstra kurikuler lainnya juga tidak maksimal akibat adanya pembatasan jumalah siswa yang hadir ke sekolah. selama pandemi Covid-19 pihaknya tidak menerapkan pembelajaran secara daring karena keterbatasan sarana pendukung.
“Daring tidak bisa kami laksanakan karena pada umumnya anak-anak ini tidak punya handphone. Lalu jaringan internet di sini juga susah sehingga kami putuskan semua kegiatan itu kita gunakan luar jaringan (luring),” jelasnya
Pada pembelajaran luar jaringan itu, setiap minggu pihak sekolah memberikan modul kepada siswa untuk dikerjakan di rumah, lalu dikumpulkan pada minggu berikutnya dan mengambil lagi modul baru. Ini sesuai dengan apa yang diterapkan oleh dinas pendidikan karena masalah jaringan internet yang tak memadai.
“Tetapi pada luring ini anak-anak ada datang ke sekolah, jadi kelas satu hari dibagi jadwal setiap Senin, kelas dua Selasa, kelas 3 kebetulan mereka praktik selam dua hingga tiga bulan,” kata Maalangen
Bernart mengatakan sistem pembelajaran pada semester ini sudah selesai dan sebentar akan dilanjutkan dengan penerimaan rapor serta dilanjutkan dengan libur. Rencananya pada tahun 2021 akan dilakukan pembelajaran tatap muka atau 50 persen kegiatan belajar mengajar melalui tatap muka.
“Kita Tinggal juknis pelaksanaannya seperti apa dalam belajar tatap muka ditahun depan kepada siswa kami, itu yang kita sesuaikan nanti ,”bebernya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *