Karena Cinta Tak Pandang Usia

Prosesi pernikahan Ali dan Yainem kemarin digelar secara sederhana dengan menerapkan protokol kesehatan

Pasangan Beda 47 Tahun Menikah
SLAHUNG, Jawa Pos Radar Ponorogo – Wajah Jamhar Ali Nursyahid tampak berseri-seri. Sesekali pria itu melirik Yainem sembari melempar senyuman kepada perempuan asal Desa/Kecamatan Slahung tersebut. Sementara, beberapa kerabat tampak mengabadikan momen itu dengan kamera ponselnya.
Kemarin (27/11) menjadi hari bersejarah bagi Ali. Duda cerai asal Mrayan, Ngrayun, itu mengucap ijab kabul di samping Yainem, didampingi penghulu dan disaksikan sejumlah kerabat. ‘’Alhamdulillah, saya senang,’’ ucap Ali.
Ali dan Yainem terbilang pasangan istimewa. Ali baru 29 tahun. Sedangkan Yainem telah menginjak kepala tujuh, tepatnya 76 tahun. Namun, cinta tak memandang usia hingga keduanya mantap mengikat janji suci pernikahan.
Ali dan Yainem kali pertama bertemu di Pasar Slahung pada September lalu. Saat itu Ali tergerak untuk berkenalan. Satu bulan berselang, Ali yang sehari-harinya bertani itu melamar pujaan hatinya. ‘’Saya tanya mau nggak (menikah)? Kalau mau ya lanjut. Alhamdulillah,’’ ujarnya. ‘’Terserah orang mau ngomong apa. Semoga saya bisa membimbing keluarga,’’ imbuhnya.
Yainem mengaku bahagia mendapat pasangan hidup untuk menjalani hari-hari di usianya yang sudah terbilang senja. ‘’Senang rasanya. Kados nembe sak untawis (seperti baru sebentar, Red) bisa menikah dengan Mas Ali,’’ tutur janda tanpa anak itu.
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kantor Kemenag Slahung Tajul Mujahidin mengatakan, lantaran Yainem tidak memiliki saudara, dirinya akhirnya ditunjuk menjadi wali nikah. ‘’Saya ikut bahagia. Baru ini saya menemui peristiwa fenomenal semacam ini. Semoga bisa saling mencintai seperti yang dicontohkan Rasul,’’ harapnya. (naz/c1/isd/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *