Wisata Alam dan Agrowisata Cocok Dikembangkan di Tolikara

Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo, SE., M.Si., saat berada di puncak bukit Tinapaga, Distrik Nelawi tempat pusat wisata alam Telaga Biuk, Selasa (24/11) lalu. ( FOTO: Diskominfo Tolikara for Cepos)

JAYAPURA-​Wisata alam dan wisata pertanian (argowisata) sangat cocok dikembangkan di Kabupaten Tolikara. Karena alamnya sangat indah dan daerahnya terkenal sangat subur. Hal ini dikatakan Bupati Tolikara, Usman G. Wanimbo, SE., M.Si., saat melakukan kunjungan kerja di  Distrik Nelawi, Selasa, (24/11) lalu.

​​Bupati Usman Wanimbo mengatakan, Kabupaten Tolikara memiliki karakteristik topografi daerah nan eksotik. Perpaduan gunung, bukit dan lembah dengan hutannya yang masih asli menghadirkan pemandangan alam yang sangat indah.

​​“Dari atas bukit di Distrik Nelawi ini kita bisa melihat Karubaga ibukota Kabupaten Tolikara. Kita juga bisa melihat daerah Wunin, terus ke Bokondini hingga Kabupaten Mamberamo Tengah. Di bagian Utara ada Distrik Kembu, di sebelah Barat tampak beberapa distrik dengan Kanggime sebagai pusat pembangunan, dan seterusnya hingga Kabupaten Puncak Jaya,” ungkapnya dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Kamis (26/11).

Dikatakan, pengembangan wisata di Distrik Nelawi sangat cocok. Selain pemandangan alamnya yang indah, di atas bukit atau gunung ini juga terdapat danau atau telaga.

“Di sini ada danau di atas gunung. Ini merupakan sebuah keajaiban yang dianugerahkan Tuhan untuk orang Tolikara,” ucap Bupati Usman Wanimbo didampingi Kapolres Tolikara, AKBP. DR. Y. Takamuli, SH., MH., dan sejumlah pimpinan OPD serta staf, saat berada di Bukit Tinabaga, Distrik Nelawi.

Selain wisata alam, Kabupaten Tolikara juga kaya potensi pertanian yang sangat cocok dikembangkan menjadi wisata pertanian atau agrowisata. Kondisi tanah di daerah ini sangat subur didukung ketersediaan air melimpah.

Beberapa distrik yang terkenal akan pengembangan sektor pertanian dan dapat dilestarikan menjadi destinasi agrowisata antara lain Distrik Bokondini, Distrik Kanggime dan Distrik Kembu serta beberapa distrik lainnya. Khusus di Distrik Bokondini, saat ini telah dikembangkan buah nanas madu dengan sistem pertanian modern.

“Kopi, buah merah, nanas, dan berbagai jenis tanaman pertanian dan perkebunan lainnya tumbuh subur di sini. Jadi dana untuk pemberdayaan masyarakat petani di Tolikara ini sangat besar, tinggal perhatian pemerintah provinsi dan pusat untuk pengembangan lebih lanjut menjadi sebuah daerah pertanian yang bisa kita garap agar masyarakat bisa menjadi petani profesional,” jelas Bupati Usman G. Wanimbo.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Tolikara di bawah kepemimpinan Bupati Usman G. Wanimbo,SE.,M.Si dan Wakil Bupati Dinus Wanimbo, SH.,MH memiliki tekad yang kuat untuk mengembangkan Tolikara menjadi salah satu destinasi wisata alam dan wisata pertanian di Papua.

Salah satu langkah yaitu dengan menyelenggarakan Festival Budaya dan Paralayang setiap tahun tepatnya pada pertengahan bulan Agustus. Titik start atau take of area (landasan terbang) olahraga paralayang telah disediakan di puncak Tagalakpaga dan puncak Banggeri.

Sementara itu, pembangunan bidang pertanian meliputi program peningkatan kesejahteraan petani dan peningkatan hasil produksi diantaranya melalui penyediaan sarana, pelatihan, sosialisasi, penyuluhan dan bimtek.

Perkembangan positif semakin terlihat dari waktu ke waktu, dimana masyarakat mulai menggeluti subsektor pertanian yang terdiri dari sektor tanaman pangan, hortikultura, buah-buahan, perkebunan, peternakan dan perikanan.(Diskominfo Tolikara/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *