Jembatan Dosay Nyaris Putus, Ratusan Kendaraan Tertahan

Sejumlah warga di Kampung Dosay bergotong-royong memperbaiki jembatan yang nyaris putus, Kamis,(26/11). Jembatan ini menghubungkan Kota Sentani dengan sejumlah kampung di wilayah Tanah Merah Depapre. ( FOTO: Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Jembatan Dosay di Kampung Dosay, Distrik Sentani Barat nyaris terputus. Akibatnya, ratusan kendaraan baik dari arah Kota Sentani maupun sebaliknya terpaksa tertahan karena tidak bisa melewati jembatan tersebut. Sejumlah warga di wilayah itu terpaksa turun tangan untuk berusaha memperbaiki jembatan yang nyaris putus itu.

“Saya belum ada, jembatan ini sudah ada duluan. Sampai sekarangpun masih ada dan kondisinya sudah seperti ini,”kata Kepala Distrik Sentani Barat, Beatrix Yabansabra ketika ditemui media ini di lokasi tersebut, Kamis (26/11).

Menyikapi masalah  itu, pihaknya akan segera menemui Pemerintah Provinsi Papua melalui instansi terkait untuk meminta bantuan agar segera dibangun jembatan darurat supaya akses masyarakat baik dari kota maupun sebaliknya kembali lancar.

“Besok (hari ini) saya dengan tokoh masyarakat dan lima kepala kampung yang ada di sini akan menemui Balai Wilayah Jalan Provinsi Papua. Kami akan minta supaya mereka bisa membangun jembatan darurat di sini,” ungkapnya.

Sejauh ini, masyarakat yang ada di sekitar daerah pesisir Tanah Merah telah mengenalkan sebagian besar hidup mereka di kota dengan menjual hasil dan potensi yang dimiliki. Kerusakan jembatan itu tentunya akan menambah beban besar bagi masyarakat karena selama ini masyarakat sudah diperhadapkan dengan kondisi ruas jalan yang sangat rusak.

Pantauan media ini, jembatan itu memang sudah putus sejak dua hari yang lalu. Dimana papan kayu dan kerangka besi pada jembatan itu keropos dan patah. Masyarakat  masih mensiasati dengan menambah kayu di bagian atas jembatan. Namun tingginya mobilitas  kendaraan yang menggunakan jembatan itu, membuat kondisi jembatan semakin parah.

Kemudian di beberapa bagian jembatan itu memang sudah kelihatan keropos, khususnya besi yang menjadi landasan dari jembatan.

Diketahui, sejak dibangun jembatan ini belum pernah diaspal, hanya dibangun landasannya menggunakan papan kayu.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *