Diikuti 300 Orang dengan Prokes Ketat

Logo Peparnas XVI Papua 2021 (Foto :PB Peparnas for Cepos)

Hari ini, Logo, Maskot, Tagline, Jinggle dan Tema Peparnas XVI Dilaunching

JAYAPURA-Hari ini, Jumat (26/11) PB Peparnas XVI bersama Pemerintah Provinsi Papua akan melakukan rangkaian ceremonial launching logo, maskot, tagline, jingle dan tema Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI tahun 2021 Papua.
Rangkain acara ceremony tersebut akan digelar di halaman Kantor Gubernur Papua.
Sekretaris Umum PB Peparnas XVI Papua, Rivo Manangsang mengatakan, rangkaian ceremony tersebut akan dilaksanakan dengan mentaati protokol kesehatan (Prokes) dan hanya diikuti sebanyak 300 orang. Termasuk pihak-pihak yang terlibat dalam ceremony tersebut.

Menurut Rivo, yang bisa hadir ialah orang yang telah memiliki akses berupa id card dari pihak panitia. “Kita batasi karena kita tidak mau membuat kerumunan yang nantinya bisa menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Hanya undangan tertentu yang kami sudah siapkan id card yang bisa masuk,” ungkap Rivo saat ditemui Cenderawasih Pos di halaman Kantor Gubernur Papua, Kamis (26/11) sore kamarin.
Pembatasan ini bukan berarti masyarakat tidak bisa menyaksikan rangkaian kegiatan tersebut. Sebab panitia menurutnya akan menayangkan secara langsung melalui siaran TVRI, serta secara live streaming youtube PB Peparnas XVI.
Untuk itu, rangkaian kegiatan ini dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat Papua, bahkan seluruh masyarakat Indonesia. “Diharapkan masyarakat bisa mengikuti secara live,” ujarnya.
Menurut Rivo, dengan peluncuran logo, maskot, tagline, jingle dan tema ini akan menjadi motivasi baru bagi PB Peparnas untuk terus memacu persiapan jelang pelaksanaan event olahraga nasional.
“Memang inikan salah satu bentuk kegiatan yang mendasari kegiatan yang lebih lanjut. Karena logo dan maskot ini harus diperkenalkan kepada masyarakat, sehingga maskot dan logo ini memiliki nilai pasar untuk melakukan koordinasi menjaring sponsor dukungan untuk penyelenggaraan Peparnas XVI,” ucap Rivo.
Soal logo, Rivo menceritakan bahwa logo Peparnas XVI Papua merupakan kolaborasi honai dan tifa. Sementara untuk maskot, menggunakan bentuk sepasang burung Kasuari. “Untuk tagline Sehati Mencapai Tujuan Ciptakan Prestasi,” tambahnya.
Rivo menjelaskan bahwa makna logo honai melambangkan tempat berlindung keluarga, tempat berkumpul masyarakat untuk merencanakan segala kegiatan, serta tempat menyelesaikan masalah masyarakat. Untuk warna yang melekat pada logo honai, Rivo membeberkan, warna biru sebagai kekuatan mental spiritual, hijau kesuburan tanah Papua serta kuning emas kemakmuran dan kekayaan.
“Untuk warna tifa, coklat putih melambangkan jati diri pemerintah, merah putih melambangkan perjuangan masyarakat yang berani dan suci serta hitam putih melambangkan ketegasan adat dan budaya,” ucap Rivo.

Maskot Peparnas XVI Papua 2021 (Foto :PB Peparnas for Cepos)

Sementara untuk maskot berupa sepasang burung Kasuari (Hara dan Wara), menurut Rivo penetapan burung Kasuari (Casuarius) sebagai maskot didasari pada keunikan satwa pegunungan di pulau Papua. Termasuk yang terdapat di hutan tropis dan salah satu dari dua jenis burung di dalam suku Casuariidae.
Sementara Kasuari sebagai maskot yang mengenakan noken tradisional menggambarkan ciri khas budaya orang Papua yang memiliki nilai ekonomi dan sosial kemasyarakatan. Tali noken yang menguntai di leher Kasuari dengan lambang International Paralympic Committee (IPC), terlihat menarik dan menawan. Sebab Kasuari jantan menggunakan baju warna hitam, abu-abu kecokelatan.
Kasuari dipilih dan ditetapkan sebagai maskot, didasarkan pada kepedulian terhadap satwa langka tersebut. Kasuari yang saat ini kurang diperhatikan dan terancam punah, akibat terjadi penurunan populasi sebab perburuan secara masif.
Temanya sendiri mengusung tema ‘Bangkit Satukan Tekad Raih Kemenangan di Tanah Papua’. Sementara untuk tagline “Sehati Mencapai Tujuan Ciptakan Prestasi” diambil dari filosofi honai yang merupakan rumah adat Papua yang berbentuk melingkar atau bulat mempunyai pengertian menjaga kesatuan dan persatuan yang merupakan kekuatan paling tinggi sesama suku. Serta mempertahankan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur untuk keberlangsungan hidup.
“Menciptakan karakter manusia yang sehati, sepikir dan satu tujuan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Serta simbol dari kepribadian dan merupakan martabat dan harga diri dari orang atau suku pribumi yang harus dijaga oleh keturunan atau anak cucu mereka di kemudian hari,” ujarnya.
Adapun untuk jingle akan dirilis pada saat ceremony dan akan dinyannyikan langsung oleh sang pencipta lagu yang sukses sebagai juara dalam sayembara jingle yang telah dilakukan oleh PB Peparnas.
Lebih lanjut Rivo menuturkan bahwa setelah dilakukan launching, khusus penggunaan logo dan maskot. masyarakat umum dipersilakan menggunakan logo dan maskot demi publikasi, selain kepentingan bisnis.
“Artinya kalau hanya digunakan untuk kepentingan publikasi tidak masalah, tapi kalau dia masuk sebagai bisnis harus koordinasi dengan PB Peparnas dulu,” pungkasnya. (eri/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *