Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Orbitkan Kartu Tani

Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua , Ir. Ricky Wowor, M.Si bersama Pemimpin Wilayah BRI Jayapura, Darwaji menandatangani perjanjian kerjasama dan launching penyaluran Kartu Tani yang dihadiri oleh Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua  dan Kota Jayapura, BRI Cabang Jayapura, PT Pupuk Indonesia dan Distributor, serta perwakilan petani wilayah Kota Jayapura. Rabu (25/11) kemarin. ( FOTO: Erik / Cepos)

JAYAPURA – Dalam meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani, Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua  bersama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) meluncurkan kartu tani untuk pertama kalinya di Tanah Papua .

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua , Ir Samuel Siriwa, M.Si yang diwakili Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua , Ir. Ricky Wowor, M.Si mengatakan, bahwa manfaat utama kartu tani tersebut dapat digunakan oleh para petani untuk membeli pupuk bersubsidi, serta kartu tersebut juga akan menjadi data diri para petani.

“Kartu Tani ini manfaat utama untuk kemudahan petani dalam membeli pupuk bersubsidi,” ungkap Ricky kepada Cenderawasih Pos di sela-sela launching kartu tani tersebut yang berlangsung di Koya Barat, Kota Jayapura, (25/11).

Menurutnya, tidak semua orang dapat memiliki kartu ini. Sebab, ada rangkaian proses yang harus di jalani. Tujuannya agar bantuan subsidi pupuk benar- benar tepat sasaran. Persyaratan utama mendapatkan kartu ini adalah petani harus tergabung dalam kelompok tani, memiliki nomor NIK E-KTP dan memiliki lahan garapan.

“Kemudian petugas penyuluh lapangan melakukan pendataan dan verifikasi data ke lapangan. Semua data itu diinput oleh petugas dari Dinas pertanian dalam bentuk aplikasi elektronik, kemudian yang melakukan verifikasi dari pihak Bank BRI,” ujarnya.

Ricky juga membeberkan, bahwa sesuai dengan standar kementrian, pemilik kartu yang mendapatkan pupuk subsidi ialah petani yang memiliki lahan garapan seluas dua hektar ke bawah.

“Kemudian yang punya lahan lebih dari dua hektar, berarti lebihnya dia beli pupuk nonsubsisdi. Jadi silahkan punya lahan lebih 2 hektar, tapi yang hanya disubsidi pemerintah itu 2 hektar kebawah per musim tanam,” ucap Ricky.

Selain untuk penyaluran pupuk subsidi, kata Ricky, kedepan, kartu tani akan memiliki beberapa manfaat. “Mungkin saat ini hanya pupuk subsidi, nanti kedepan kartu tani akan banyak manfaatnya, misalkan jika ada program pemerintah memberikan bantuan di luar pupuk subsidi, juga akan masuk ke kartu ini. Dan juga akan menginput data petani,” ucapnya.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah BRI Jayapura, Darwaji mengatakan bahwa khusus Papua , Bank BRI akan menyediakan 17 ribu kartu tani. Dan iapun optimis, di tahun 2021 semua para petani Papua  sudah bisa menggunakan kartu tani tersebut.

“Nanti kita akan koordinasi dengan Dinas Pertanian dulu, kalau sudah siap, kita akan segera sebarkan semuanya sehingga di tahun 2021 itu semua petani sudah bisa menggunakan kartu ini,” ujarnya. “Kartu ini sebenanrya hanya ntuk kemudahan dalam penebusan pupuk bersubsidi, termasuk enam tepat itu, yaitu tepat jenis, mutu, jumlah,  waktu, harga dan juga tepat tempat,” sambungnya.

Dirinya juga membeberkan, bahwa provinsi lain di Indonesia telah mengunakan kartu tersebut, namun baru kali ini bisa disalurkan di Papua, dan implementasinya baru akan dimulai tahun 2021, dan Kota Jayapura sebagai pilot projectnya. (eri/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *