Guru Diharap Tetap Semangat dalam Pelayanan Pendidikan

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si saat memimpin upacara peringatan HUT PGRI ke- 75 dan HGN Tahun 2020 di Lapangan Apel, Kantor Bupati Jayapura, Rabu, (25/11).  ( FOTO: Robert Mboik Cepos  )

SENTANI-Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si memimpin upacara peringatan hari Guru Nasional, Tahun 2020 di Lapangan Apel, Kantor Bupati Jayapura Rabu (25/11).

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, MSi dalam sambutannya meminta kepada para guru yang saat ini sedang mengabdi di Kabupaten Jayapura agar tetap semangat dalam memberikan pelayanan pendidikan terhadap generasi muda, khususnya yang ada di Kabupaten Jayapura ini.

“Diharapkan peran guru mampu menciptakan generasi muda Papua yang hebat dan handal,” kata Mathius Awoitauw kepada wartawan usai pelaksanaan upacara HUT PGRI ke-75 dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2020 di Lapangan Apel Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (25/11).

Selain itu, Bupati Mathius juga memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh guru di tanah Papua, yang mana peran guru cukup sentral dalam mendidik maupun mengubah karakter dan gaya hidup manusia di tanah Papua.

“Saya minta para guru dapat memaknai peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional ini sebagai refleksi, apakah guru sudah cukup profesional dan menjadi teladan bagi anak didiknya,” kata Mathius Awoitauw.

Sementara itu, Ketua PGRI Provinsi Papua Dr. Nomensen S. T. Mambraku memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura yang bersedia menjadi tuan rumah penyelenggaraan HUT PGRI ke- 75 dan Hari Guru Nasional, Tahun 2020.

PGRI adalah mitra kerja pemerintah, di mana kemajuan pendidikan di tanah Papua tidak berkembang kalau tidak melibatkan pemerintah.

“PGRI adalah lembaga atau institusi resmi yang diakui oleh pemerintah untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya,” imbuhnya.

Setelah berakhirnya pandemi Covid-19, lanjut Nomensen Mambraku,  proses belajar secara virtual atau jarak jauh akan menjadi kebutuhan. Sistem belajar menggunakan IT merupakan suatu kebutuhan yang harus dilaksanakan smart planning, sehingga guru maupun anak didik tidak lagi kaku terhadap pembelajaran menggunakan teknologi IT.

Setelah pelaksanaan upacara, dilakukan pemberian penghargaan kepada guru purna bakti, pengumuman pemenang lomba kreatifitas guru SD, SMP dan SMA. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *