Tega Buang Bayinya Karena Takut Aib Terbongkar

Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon didampingi Kasat Reskrim Polres Jayapura, AKP Sigit ketika menunjukkan barang bukti yang digunakan oleh pelaku pembuangan bayi di Perumahan BTN Polda Doyo, awal November lalu. (FOTO:Robert Mboik Cepos)

 

SENTANI-Polisi telah melakukan penyelidikan terhadap pelaku pembuang bayi di kompleks BTN Doyo Baru pada 5 November 2020 lalu. Polisi juga telah menetapkan AF (22) ibu kandung dari bayi itu sebagai tersangka.
“Kita berhasil mengungkap identitas pelaku pembuang bayi yang merupakan ibu dari bayi itu. Ibunya berinisial AF (22),” kata Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, dalam jumpa pers di Mako Polres Jayapura, Senin (23/11), kemarin.
Dari hasil penyelidikan polisi, ada dua barang bukti yang berhasil disita yaitu ember dan beberapa petunjuk lain serta hasil visum.
Menurut Kapolres, berdasarkan keterangan pelaku, yang bersangkutan nekat membuang bayi lantaran takut atau malu aibnya terbongkar.
“Jadi yang bersangkutan ini setelah bayinya lahir langsung dibuang ke semak-semak yang jaraknya sekitar 200 meter dari tempat tinggalnya. Dia nekat membuang bayi itu, tujuannya untuk menutupi aibnya,”katanya.
Menurut mantan kapolres Mimika itu, berdasarkan keterangan dari saksi ahli, bayi yang dibuang itu sebenarnya lahir dalam keadaan normal dan lahir juga tepat 9 bulan. Lanjut dia, modus operandi yang dilakukan tersangka setelah melahirkan bayi malang itu, pelaku kemudian memasukkannya ke dalam sebuah ember. Kemudian ember tersebut dibawa keluar rumah tepatnya di semak-semak yang bersebelahan dengan rumah pelaku.
Pelaku juga mengakui mempunyai hubungan gelap dengan seorang laki-laki, yang saat ini juga masih diperiksa pihak kepolisian dengan status sebagai saksi.
“Menurut keterangan dari pelaku dan juga saksi, pelaku ini tidak memberi tahu kalau dia sedang hamil. Jadi yang bersangkutan menutupi juga dengan pasangannya. Ini pasangan yang juga belum resmi menjadi suami istri,” jelasnya.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka sudah ditahan oleh pihak kepolisian. Sementara ancaman hukuman yang di sangkakan kepada tersangka pasal 76 huruf C junto pasal 80 ayat 3 dan 4 undang-undang 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.
Juga dikenakan juga subsidernya yaitu pasal 305 KUHP pidana itu pasal 36 ayat ayat 2 junto pasal 307. Di mana persangkahan ini dituduhkan dengan unsur setiap orang dilarang membiarkan dan juga melakukan serta menyuruh melakukan atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan kematian anak yang dilakukan oleh orang tua.
” Ancaman hukuman yaitu 9 tahun dan ditambah sepertiga bagi orang tua yang melakukan,”tambahnya.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *