Futsal PON Papua Akui Keunggulan Blacksteel 11-7

Pemain Futsal PON Papua saat berduel dengan pemain Blacksteel Manokwari dalam Turnamen Futsal Hari Pahlawan yang berlangsung di lapangan Futsal Mutiara Hitam, Polimak, Jayapura, Senin (23/11). ( FOTO: Erik - Cepos)

Futsal Hari Pahlawan

JAYAPURA – Tim Futsal PON Papua harus mengakui keunggulan tim Futsal Blacksteel Manokwari setelah menyerah dengan skor 11-7 dalam partai semifinal turnamen Futsal Hari Pahlawan yang berlangsung di lapangan Futsal Mutiara Hitam Polimak, Jayapura, Senin (23/11).

Secara kualitas dan pengalaman, para pemain Blacksteel memang lebih satu level diatas tim Futsal PON Papua. Pasalnya, Blacksteel Manokwari merupakan kontestan Liga Futsal Pro Indonesia. Selain itu, Blacksteel juga dihuni beberapa langganan Timnas Futsal Indonesia.

Pertandingan tersebut tentu menjadi pelajaran penting bagi tim Futsal PON Papua, pasalnya, baru kali ini tim yang ditukangi oleh Daud Henry Arim itu menemukan lawan yang tangguh.

Menurut Daud Arim, ada beberapa catatan penting yang akan menjadi ‘PR’ mereka kedepan, termasuk soal penyelesaian akhir dan pertahanan. Mantan pemain Persipura itu juga mengaku puas dengan penampilan para pemainnya.

“Kita sebenarnya sudah bagus, secara kualitas pemain kami sudah tampil sangat bagus. Hanya saja beberapa gol terjadi karena kesalahan pemain sendiri. Sehingga gol tersebut membuat konsentrasi pemain buyar,” ungkap Daud kepada Cenderawasih Pos usai pertandingan.

Daud juga mengaku bahwa Blacksteel Manokwari memang memiliki pengalaman yang jauh lebih baik dari pada timnya. Sehingga ia berharap, kedepan Futsal PON Papua dapat diijinkan untuk menjajal tim-tim Liga Pro di pulau Jawa untuk menambah jam terbang para pemainnya.

“Selama ini kita tidak pernah dapat tim yang levelnya diatas kita. Selama ini kita bertanding dengan tim-tim yang levelnya di bawah kita, ini pelajaran penting dan saya mohon kalau bisa KONI bisa memfasilitasi kita, khususnya Puslatprov kalu bisa keluar bertanding dengan tim liga di luar Papua,” uajr Daud.

“Agar anak-anak ini terbiasa bermain dengan tim-tim yang levelnya di atas kita. Dan baru kali ini kita dapat tim yang kuat seperti Balcksteel. Ini pelajaran yang baik bagi kita untuk bisa melakukan persiapan dengan baik lagi,” pungkas Daud.

Sementara itu, Wakil Ketua Asprov PSSI Papua, Rocky Bebena melayangkan apresiasi turnamen tersebut yang mampu mendatangkan tim sekelas Blacksteel Manokwari yang menjadi lawan sepadan tim Futsal Papua.

Kata Rocky, kedepan, Asprov akan berusaha untuk mengirim tim Futsal serta sepak bola putra/putri keluar untuk menjalani rangkaian ujicoba untuk melihat perkembangan tim sejauh ini.

“Mungkin dalam waktu dekat tidak hanya futsal sepakbola putra dan putri kita akan mengevaluasi untuk program try out keluar. Kami sudah membicarakan itu di jajaran pengurus Asprov, sifatnya kita lakukan supaya kita tahu apa yang menjadi kekurang kita dan menjadi evaluasi dari tim, jadi hari ini mungkin penting bagi tim Futsal PON Papua untuk melakukan evaluasi,” ujar Rocky.

Menurut Rocky, bahwa Asprov telah menyurat ke KONI dan Puslatprov mengenai agenda try out tersebut. Meski sempat tertunda akibat Covid-19, Tapi Rocky berharap dalam waktu dekat Futsal dan sepakbola putra-putri dapat melakukan try out.

“Kami juga berharap ada sebuah turnamen mini futsal dilaksanakan di Timika, agar tim tuan rumah juga bisa melakukan persiapan sekaligus beradaptasi dengan venue mereka sendiri, karena sampai hari ini tim kita belum mencoba venue mereka sendiri,” tandasnya. (eri).

Sekedar diketahui, Blacksteel akan menghadapai Israel FC di partai final. Sementara Futsal PON Papua akan menghadapi Taluk Biru untuk memperebutkan juara tiga. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *