Yunus Wonda: Orang Papua Terancam Hidupnya di Negerinya Sendiri

Yunus Wonda (gamel/ cepos

JAYAPURA- Terkait penembakan terhadap 2 siswa di kabupaten Puncak, yang menewaskan seorang siswa dan seorang lainnya berhasil selamat, Wakil Ketua I DPR Papua, DR Yunus Wonda menyebutkan orang Papua merasa terancam hidup di negerinya sendiri. “Ini yang kami bingung, setiap bulan, setiap waktu, setiap tahun selalu ada saja orang Papua yang tewas karena peluru. Kalau begini terus lama kelamaan kami akan merasa terancam hidup di tanah kami sendiri,” kata Yunus  Wonda, Minggu (22/11).

Ia mempertanyakan sampai kapan ini akan berakhir sebab setiap tahun selalu ada insiden penembakan dan tewasnya warga sipil dan untuk pengungkapan kasusnya sendiri jauh dari harapan. “Entah dilakukan oleh aparat keamanan atau kelompok OPM kami pikir tidak ada aturan untuk menghakimi dengan membunuh. Dan ini merupakan hasil Otsus juga dimana pertumpahan darah baik yang korban adalah warga sipil, TNI Polri maupun pihak OPM semua tak lepas dari hasil Otsus itu sendiri,”  beber Yunus.

Pihak aparat keamanan maupun OPM  kata dia jika memang ingin saling beradu sebaiknya mencari tempat yang steril dari penduduk dan jangan menjadikan penduduk atau masyarakat sipil sebagai tameng.

“Kematian kali ini membuat kami semakin terluka. Anak muda yang harusnya menjadi pemimpin kelak malah mati sia – sia. Jika pihak aparat mengatakan itu dilakukan oleh OPM maka buktikan dan jika justru pelakunya aparat keamanan kami meminta  untuk pelaku dipecat dan diproses hukum,”  tegasnya.

Ia meminta jelang Desember semua pihak bisa lebih menghormati aktifitas jelang perayaan dan jangan terlalu gampang  melepas peluru dan jangan menganggap orang Papua ini hewan buruan.

“Kalau ada sorotan pelanggaran HAM jangan panik sebab memang kondisinya seperti itu. Hari ini kita hidup dalam ketakutan. Saya pikir aparat keamanan juga perlu merubah cara pendekatan di Papua. Harus belajar lebih banyak tentang Papua agar meminimalisir yang namanya penembakan warga sipil,” imbuhnya. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *