Polisi Menyebut, Pelaku Penembakan Siswa di Puncak, Orang Tak Dikenal

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal

JAYAPURA – Hingga Minggu (22/11) kemarin, pelaku penembakan dua pelajar yakni Atanius Murib dan Manus Murib di daerah Gome Utara, Kabupaten Puncak Jumat (20/11) masih simpang siur. Namun polisi menyebut pelaku penembakan adalah Orang Tak Dikenal (OTK).

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan, berdasarkan keterangan Manus terungkap bahwa keduanya ditembak orang tak dikenal saat melewati sebuah hutan. Dimana rencananya saat itu  Atanius yang juga pelajar SMA Negeri 1 Ilaga dan Manus pelajar SMK Negeri Gome dalam perjalanan menuju ke kerabatnya  yang berada di Distrik Agadugume.

“Keduanya ditembak oknum tak dikenal di sebuah hutan yang menjadi perbatasan Gome Utara dan Agadugume. Manus berhasil selamat karena berpura-pura telah meninggal dunia hingga pelaku pergi,” kata Kamal, Minggu (22/11).

Dijelaskan, sebelumnya Manus dalam kondisi sekarat dievakuasi ke Puskesmas Ilaga sekira pukul 18.00 WIT. Sementara warga yang lain juga dalam perjalanan ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi jenazah Atanius.

“Pemda Puncak bersama perwakilan Polres Puncak dan pihak keluarga telah membawa Manus dengan pesawat ke Kabupaten Mimika pada Sabtu (21/11). Upaya ini agar Manus mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah Mimika. Kami akan meminta informasi dari Manus setelah kondisinya telah pulih,” ucap Kamal.

Untuk pelaku sendiri lanjut Kamal, sedang didalami oleh Penyidik Reskrim Polres Puncak. Secara terpisah Kapolres Puncak, AKBP Decky Saragih mengaku situasi Kamtibmas di Puncak aman dan berjalan normal pasca insiden penembakan dua pelajar. Pihaknya telah melakukan  rapat kordinasi dengan stakeholder terkait dan akan melakukan patroli secara bergilir dan meningkatkan kewaspadaan.

“Pelaku penembakan sementara masih kita simpulkan orang tidak dikenal, karena kejadian ini di hutan belantara tanpa saksi,” ucap Kapolres kepada Cenderawasih Pos melalui telfon selulernya.

Kapolres mengaku, dari Analisa belum bisa menyimpulkan apakah itu penembakan atau bukan. Pihaknya masih menunggu hasil visum dari korban yang masih hidup dan masih mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Mimika.

“Apabila hasil visum sudah keluar baru kita bisa pastikan apakah luka yang dialami korban ini  luka tembak atau bukan. Belum ada suatu fakta yang kita temukan apakah korban yang selamat ditembak atau tidak kita masih dalami kasusnya,” pungkasnya.

Secara terpisah Kapen Kogabwilhan III,  Kolonel Czi IGN Suriastawa menegaskan KKB dibalik aksi penembakan Atanius dan Manus.  Hal ini dipicu karena kelompok tersebut tidak mendapatkan dukungan dari masyarakat setempat.

“Aksi penembakan ini modus kelompok kriminal bersenjata untuk menjatuhkan kredibilitas aparat keamanan.  Mereka akan  menuduh pihak keamanan yang terlibat penembakan warga sipil demi mendapatkan simpati dari publik di luar negeri,” tegasnya.(fia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *