Korban Selamat: Setelah Menembak, Mereka Menaruh Pistol di Tubuh Kami dan Memotret

Manus Murib. Korban selamat ketika memberi kesaksian.

Siswa Ditembak,  Satu  tewas,  Seorang lainnya Berhasil Selamat 

JAYAPURA-Dua orang pelajar dilaporkan ditembak orang tak dikenal di Sinak, Kabupaten Puncak Jaya, saat keduanya dalam pejalanan pulang kampung Distrik Agandugume, Sabtu (21/11).

Atenius Murib tewas  di tempat, sedangkan Manus Murib (16) meskipun mengalami luka tembak, namun ia berhasil selamat.  Atenius Murib dan Manus Murib  adalah siswa SMA di Ilaga.

Dalam kesaksiannya, Manus Murib, mengaku saat itu  dia bersama rekannya Atenius Murib berangkat subuh, dari Distrik Gome. Ketika tiba di perbatasan antara Distrik Gome Utara dan Distrik Agandugume, tepatnya di kampung Jaitimaiki, mereka ditembak secara tiba-tiba dari atas perbukitan oleh beberapa orang berseragam hitam, memakai rompi dan helm.

Pengakuan Manus ini direkam dalam sebuah video yang diterima redaksi Cenderawasih Pos,  Sabtu kemarin (21/11).

“Jumlahnya banyak. Memakai baju, rompi dan helm. Semua warna hitam, mereka tembak teman saya lebih dulu, lalu menembak saya” kata Manus dalam video tersebut.

Dalam video kesaksian ini, Manus sudah mendapat perawatan. Di bagian lehernya terpasang gips penahan dagu. Ia didampingi keluarganya, seorang penterjemah bahasa. Termasuk ada aparat keamanan  yang mendengar kesaksian Manus.

Manus mengaku, ditembak dari jarak agak jauh dari ketinggian bukit oleh sekelompok orang berseragam seperti aparat.

Temannya, Atenius Murib yang berjalan lebih dahulu ditembak duluan langsung terkapar tak bernyawa. Ia juga ditembak, dan terjatuh.

Para pelaku kemudian mendekat dan meletakan senpi jenis pistol di pinggang mereka, kemudian memotret dan pergi. “Pistol ditaruh di tubuh kami, lalu kami difoto,” jelas Manus.

Ketika para penembak itu menjauh, dia melompat ke tepi jurang disebelah jalan di TKP, lalu menyusuri  sungai dan hutan hingga tiba di pemukiman warga untuk meminta tolong.

Ia kemudian ditolong dan dibawa ke Ilaga untuk mendapat perawatan di Puskesmas Ilaga dan pada Sabtu (21/11) jam 09.19 WIT, Manus Murib dievakuasi dari Bandara Aminggaru Ilaga, ke Kabupaten Mimika, menggunakan Pesawat Sam Air PK – SMH. Manus didampingi beberapa orang keluarga, tenaga medis dan dari Polres Puncak.

Sementara itu, pada hari yang sama, keluarga korban bertatap muka dengan Sekda Kabupaten Puncak Drs. Abraham Bisay bersama Kapolres Puncak AKBP Dicky H. Saragih, S.Sos dan Dandim 1714 / Puja, untuk menyampaikan pernyataan mereka terkait adik mereka yang menjadi korban. Pihak keluarga meminta agar korban meninggal Atanius Murib yang sementara masih berada di belantara (jalan menuju ke Distrik Agandugume) agar bisa segera di evakuasi ke Puskesmas Ilaga.

Kakek dari korban, Alus U.K. Murib meminta agar kita utamakan dulu keselamatan cucu  Manus Murib agar dievakuasi ke Timika, sedangkan korban meninggal yang masih berada di hutan harus ada tim yang berangkat ke sana untuk mengambil jenazah.

Lalu diputuskan bersama, sebanyak 16 orang  mendapat arahan dari Kapolres berangkat mengevakuasi korban meninggal.  Kapolres berpesan, untuk kepentingan penyelidikan, tim yang berangkat harus membuat dokumentasi video dan  foto-foto saat evakuasi korban meninggal

Rencana rombongan evakuasi jenazah ini berangkat Sabtu (21/11) siang, dan rombongan evakuasi rencana balik ke Ilaga pada besok Minggu 22 November. (luc)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *