Ini penjelasan Polisi mengenai Kebakaran di Kantor Bapenda

Kantor Badan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Jayapura saat dilahap si jago merah, Sabtu (21/11) malam. (Foto: Robert Mboik/Cepos)

SENTANI-Kantor Badan Pendapatan Asli Daerah (Bapenda) Kabupaten Jayapura, mengalami kebakaran hebat pada Sabtu (21/11) malam, sekira pukul 21.20 WIT.
Tidak ada korban jiwa namun seluruh isi dalam kantor itu ludes terbakar. Hingga berita ini ditulis polisi masih melakukan penyelidikan sebab musabab peristiwa itu.
Pantauan media ini, sejumlah anggota polisi berjibaku memadamkan api menggunakan mobil water canon. Api baru bisa dipadamkan setelah dua jam pasca kejadian.
“Terkait apa penyebabnya tentunya nanti masih menunggu penyelidikan. Kalau penyebab sementara belum tahu ya. Karena kita periksa dulu,” kata Kapolres Jayapura, AKBP Victor Mackbon ketika dikonfirmasi wartawan di tempat kejadian perkara, Sabtu (21/11) malam.
Dia menjelaskan bangunan kantor yang terbakar itu dibangun dengan konstruksi dua lantai. Dimana lantai satu ditempati oleh Dinas PTSP dan lantai duanya ditempati oleh Kantor Badan Pendapatan Asli daerah Kabupaten Jayapura.
Menurut Victor Mackbon, api pertama kali muncul dari lantai dua atau dari kantor Bapenda. Dari situ kemudian api merambat kebagian lain dari bangunan itu. Meskipun mobil water canon yang diturunkan berhasil memadamkan api, namun seluruh isi bagian dalam kantor itu tidak mampu diselamatkan.
Polisi memastikan, kebakaran itu hanya terjadi pada kantor Bapenda. Sementara bangunan dan isi dalam kantor perizinan yang ada di lantai satu gedung itu masih aman. Meskipun ada sebagian kecil dari salah satu ruangan di lantai satu itu yang sempat terbakar, tetapi petugas dengan sigap memadamkan api.
“Belum menyebar ke lantai 1 karena kalau kita lihat yang habis ini hanya lantai dua,” tandasnya.
Menurut informasi dari salah satu staf kantor Bapenda, yang enggan disebutkan namanya, isi dalam kantor itu sebagian besarnya dokumen dan adminitrasi perpajakan berbahan kertas serta peralatan penunjang kerja seperti komputer, laptop dan lain lain. Haal ini diduga menjadi salah satu faktor mengapa api dengan cepat merambat kebagian yang lain kantor itu.
Sementara itu, Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro yang turun ke lokasi kejadian mengungkapkan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya peristiwa kebakaran tersebut kepada pihak kepolisian untuk mengidentifikasi penyebab utama dari kejadian ini.
“Sekarang belum bisa kita pastikan berapa kerugian yang terjadi akibat peristiwa ini, nanti setelah penyidikan yang dilakukan oleh Polisi baru kita tahu kira-kira berapa kerugiannya,” ujar Giri Wijayantoro.
Dia menyebut kantor itu baru dibangun pada tahun 2019 lalu dengan alokasi anggaran APBD Kabupaten Jayapura. Hanya saja dia belum menyebut jumlah pasti anggaran yang digunakan untuk membangun kantor tersebut. (roy/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *