Okupansi Horison dan Mercure Hotel di Bawah 50 Persen

Suasana pelayanan di Hotel Horison Kotaraja, Rabu (18/11) kemarin. Pandemi Covid-19 masih mempengaruhi okupansi hotel. Dimana hingga saat ini okupansi masih di bawah 50 persen. ( FOTO: Yohana/Cepos)

JAYAPURA –Pandemi Covid-19, nampaknya  masih mempengaruhi okupansi hotel, termasuk hotel di Jayapura. Cluster General Manager for Horison Hotel Jayapura dan Kotaraja, Eddy Soenarno Soerjaningrat, SE,CHA mengatakan, sampai dengan saat ini, tingkat okupansi hotel Horison Kotaraja maupun Jayapura masih rendah.

“Okupansi kami masih di bawah 50 persen. Memang ada beberapa kegiatan yang sering dilakukan dari instansi perkantoran, namun jumlahnya masih sangat sedikit. Untuk satu kali kegiatan meeting dan sebagainya paling banyak hanya 30 – 50 orang,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (18/11) kemarin.

Meski demikian, pihaknya tetap melaksanakan protokol kesehatan, salah satunya dengan melakukan penyemprotan desinfektan 3 kali setiap hari untuk semua area hotel, semua tamu dan karyawan wajib menggunakan masker, jaga jarak dan sebagainya.

“Kami juga saat ini sangat mengoptimalkan penggunaan internet, karena saat ini hampir semua kegiatan meeting dilakukan secara virtual meeting, sehingga kami selalu memastikan penggunaan internet harus lebih optimal,” terangnya.

Sementara itu, GM Mercure Hotel Jayapura, T. Ben Alhajj menjelaskan, meski di tengah dampak Covid-19, sejak 2 bulan terakhir ini bisnis perhotelan mulai kembali menggeliat.

“Okupansi memang ada peningkatan, namun tidak signifikan. Dalam arti turun naik, kadang bagus, kadang juga tidak.  Belum bisa kita katakan stabil, apalagi di Jayapura sendiri okupansi hotel masih sangat tergantung pada kegiatan pemerintahan dan corporate,” terangnya.

Untuk Mercure Hotel sendiri  rata-rata okupansi masih di kisaran 30-35 persen, bahkan pembatasan ruang nginap bagi tamu juga masih tetap dilakukan, sesuai dengan kebijakan dari pemerintah.

Pihaknya tetap mengoptimalkan pelayanan kepada para tamu hotel, dengan cara menjalankan protokol kesehatan sesuai dengan standarisasi yang berlaku. (ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *