Dalami Peran 54 Peserta RDP yang Diamankan 

AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum ( FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE-  Pihak kepolisian Resor  Merauke  hingga   Rabu  (18/11) masih melakukan pendalaman terhadap  54 orang  yang diamankan di Aula Mapolres Merauke sejak Selasa (17/11). Dari 54  orang yang diamankan dari 3 titik tersebut, diantaranya  sejumlah anggota MRP dan bagian  sekretariat MRP.

Kapolres Merauke AKBP  Ir. Untung Sangaji,  M.Hum melalui Plt  Kabag Ops AKP Micha Toding Potty, SIK, SH, kepada wartawan mengungkapkan  bahwa pemeriksaan secara maraton  dilakukan sejak ke-54 orang tersebut diamankan sampai  Rabu (18/11) sekitar  pukul  11.00 WIT untuk melakukan penyelidikan.

‘’Karena disini ada 54 orang  sehingga, penyidik melakukan pemeriksaan secara estafet dan marathon. Sampai sekarang mereka masih melakukan pemeriksaan. Status mereka nanti  akan kita lihat  dari hasil penyidikan. Karena penyidik sudah mulai membuat  laporan kemajuan,’’ katanya.

    Menurut Plt Kabag Ops, bahwa  penyidik  masih terus mendalami kemungkinan adanya  tindak pidana yang terjadi. Sebab, menurut Micha Toding,  rapat dengar pendapat  belum dilaksanakan. ‘’Katanya  sih, mereka tidak setuju dilakukan rapat. Tapi  ada beberapa bukti yang  kita temukan di lapangan, seperti surat. Dan ada yang menjurus-menjurus  dan itu yang sedang didalami oleh  penyidik,’’ terangnya.

  Diungkapkan pula  bahwa telah diamankan  uang sekitar Rp 800 juta. Namun uang yang  diamankan itu akan digunakan untuk pelaksanaan kegiatan RDP tersebut.  Mantan Kasat Reskrim Polres Merauke ini  menjelaskan bahwa  dirinya  telah membaca sekilas laporan pemeriksaan dari penyidik  dimana penyidik masih mendalami.

‘’Tapi unsurnya ada beberapa. Tapi untuk ditingkatkan, masih  perlu bukti-bukti  pendukung,’’ katanya.   

Ditambahkan, salah satu buku  kuning yang ditemukan dibawa oleh peserta tersebut adalah dasar pembentukan Negara Republik Federal Papua Barat serta struktur-strukturnya yang didalamnya  ada kepolisian negara Republik Federal Papua  Barat.

Hingga  Rabu siang sekitar  pukul 14.00 WIT, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap para peserta  yang diamankan itu.

Sementara itu Ketua Koordinator RDP  Kabupaten Boven Digoel Yulianus Muasarsar meminta Kapolres Merauke   segera memulangkan mereka. Karena menurut  dia, BAP sudah jelas, pihaknya  tidak melakukan  tindakan kekerasan, kriminal atau makar.

Yulianus mengaku bahwa kedatangan mereka ke  Merauke untuk mengikuti RDP, namun  kegiatan  tersebut sudah dibatalkan. ‘’MRP sudah sampaikan bahwa kegiatan telah dibatalkan, sehingga  kami dari Boven Digoel sebanyak 22 orang mau pulang  tapi tiba-tiba dari kepolisian  datang meringkus dan memaksa kami harus datang untuk mengambilan data ke Polres Merauke. Kami  sudah memberikan data  orang perorangan dan saya juga sebagai koordinator sudah memberikan keterangan secara detail. Dalam BAP, kami tidak melakukan pelanggaran, kriminal atau sesuatu  yang tidak diinginkan,’’ terangnya.

Saat memberikan keterangan  itu, Yulianus mengaku sudah diamankan lebih dari 1 x 24 jam sehingga pihak kepolisian harus melepaskan untuk  pihaknya  bisa pulang.  ‘’Kami minta kepada pak Kapolres untuk pulangkan kami ke rumah masing-masing dan yang dari Boven Digoel, kami harus pulang ke Boven Digoel,’’pintanya. (ulo/gin)     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *