Penyaluran KUR di Papua Capai Rp 936,32 Miliar

Adolf Fictor Tunggul ( FOTO: Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Di tengah pandemi Covid-19, penyaluran KUR mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Sampai bulan Oktober 2020,  tercatat penyaluran KUR mencapai Rp 936,32 miliar.

Kepala OJK Papua dan Papua Barat Adolf Fictor Tunggul menjelaskan,  tahun 2019, penyaluran KUR mencapai Rp 1 triliun, dan khusus ditahun 2020 sampai dengan posisi bulan Oktober penyaluran KUR di Papua mencapai Rp 936,32 miliar hampir mendekati capaian ditahun 2019 lalu.

“Hal ini membuktikan bahwa dalam penyerapan KUR, masyarakat sudah mulai paham terkait program KUR dan kami juga tidak sia-sia melakukan edukasi dan pendekatan terhadap nasabah, terkait penyaluran KUR tersebut. Ini merupakan program pemerintah dengan bunga yang sangat kecil,”ungkap Adolf kepada Cenderwasih Pos, Selasa (16/11).

Diakuinya, penyerapan program KUR, Papua menempati urutan 25 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia.

Jika dilihat penyerapannya berdasarkan dengan kota dan Kabupaten di Papua, penyerapan terbesar terdapat di Kota Jayapura sebesar Rp 216,65 miliar dan penyerapan paling kecil terdapat di Kabupaten Puncak sebesar Rp 7,82 juta.

“Dari data tersebut penyaluran KUR paling banyak diserap oleh sektor perdagangan sebesar Rp 461,87 miliar dan penyerapan terkecil terdapat pada sektor jasa pendidikan yakni sebesar Rp 658 juta,” tambahnya.

Sementara berdasarkan penyaluran perbankan, Bank BRI merupakan penyalur KUR terbesar di Papua yakni sebesar Rp 628,87 miliar, sedangkan untuk Bank Papua berada pada urutan ke 4 dengan penyaluran sebesar Rp 23,31 miliar.  (ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *