Daerah Terluar Tak Boleh Tertinggal, Perekonomian di Perbatasan Akan Terus Digairahkan

Administrator PLBN Skouw, Yan Numberi (FOTO: Grati/cepos)

Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw yang Terus Berbenah Sebagai Beranda Depan Indonesia

Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Indonesia bukan hanya menjadi tempat perbatasan Indonesia dan negara tetangga. Dewasa ini, PLBN menjadi tempat yang memiliki banyak manfaat, termasuk ekonomi dan pariwisata. Berikut laporan Cenderawasih Pos.

Laporan: Gratianus Silas

Sebagaimana fungsinya, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) memberikan pelayanan di bidang keimigrasian, kepabeanan, karantina, keamanan, dan administrasi pengelolaan. PLBN menjadi sistem utama yang melayani aktivitas masyarakat perbatasan khususnya yang berhubungan dengan aktivitas lintas batas.

Namun, tepatnya sejak era Presiden Joko Widodo, wajah PLBN didorong untuk berinovasi dengan tidak hanya sekadar memberikan pelayanan lintas batas, melainkan juga memiliki velue di sektor perekonomian dan pariwisata.

Administrator Pos Lintas Batas RI-PNG di Skouw Perbatasan, Kota Jayapura, Yan Numberi, mengatakan bahwa saat ini terdapat 3 PLBN di Indonesia yang menjadi pusat perhatian pemerintah pusat. Dalam hal ini, PLBN Aruk – Kalimantan Barat, PLBN Motaain – NTT, dan PLBN Skouw – Kota Jayapura.

“Termasuk PLBN Skouw – Kota Jayapura, ketiga PLBN ini menjadi prioritas dalam kaitannya dengan pengembangan ekonomi kerakyatan, pelayanan antar negara, termasuk ekspor – impor, serta dari sektor pariwisata,” terang Administrator PLBN Skouw, Yan Numberi.

Misalnya, untuk sektor ekonomi – pariwisata, Festival Crossborder digelar tiap tahunnya tidak lain sebagai implementasi dari pada Nawacita Presiden Joko Widodo dalam upaya mendorong pengembangan daerah yang paling terdepan, terluar, dan tertinggal, termasuk  upaya dalam mendorong peningkatan ekonomi dari perbatasan, serta, mempererat hubungan baik antar negara, dalam hal ini dengan Papua New Guinea.

Tidak cukup hanya Festival Crossborder, dibangun pula pasar sentral modern di PLBN Skouw dengan tujuan yang tidak berbeda dari sebelumnya, yakni meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah perbatasan RI – PNG.

“Inovasi PLBN sedang juga dibicarakan di Jakarta (pemerintah pusat). Ada 7 PLBN berdasarkan Inpres yang akan bertambah lagi menjadi 18 PLBN di seluruh Indonesia. Khusus di Papua, ada PLBN Skouw, kemudian PLBN Sota – Merauke yang telah selesai dibangun dan siap diresmikan dalam waktu dekat, termasuk SK Kepala PLBN Sota pun sudah ada dan siap dilantik. Skofro – Keerom juga ada dalam perencanaan untuk dibangun PLBN tipe C,” jelasnya.

Diketaui, PLBN Skouw merupakan PLBN tipe A, sedangkan untuk PLBN tipe C akan dibangun di 860 kilometer di kawasan perbatasan RI – PNG.

“Saya baru kembali dari Jakarta, bertemu langsung dengan menteri. Kita diminta untuk melihat kondisi PLBN dan keadaan yang ada di perbatasan, termasuk perbatasan laut karena kami ada asisten deputi batas laut dan udara,” tambahnya.

“Bersama stakeholder pengelola perbatasan, nanti kita bicara perbatasan laut yang ada di   Merauke dan di Jayapura. Kita perlu taruh batas-batas antara PNG dan Indonesia. Sebab, terjadi banyak masalah laut karena belum adanya batas yang menunjukkan perbatasan wilayah PNG dan Indonesia,” pungkasnya.(*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *