Bela Negara Berkearifan Lokal

Laorens Wantik, S.Pd., M.Pd.Si., ( FOTO: Gratianus Silas/Cepos)

JAYAPURA- Pemahanan terhadap bela negara masih salah diinterpretasikan karena dianggap sebagai latihan militer, padahal tidak demikian. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, Laorens Wantik.

Kata Wantik, bela negara di kalangan pendidikan atau masyarakat sebenarnya dengan menunjukkan toleransi beragama, saling menghargai, menjaga tata krama, peka terharap situasi sosial, tidak rasis, hingga bangga akan identitas budaya dan bahasa.

“Inilah sebenarnya yang merupakan bagian dari kesadaran bela negara. Kita sudah merdeka dan kita sadar berbela negara dengan mengakui identitas yang ada. Bela negara yang berkearifan lokal,” terang Laorens Wantik kepada Cenderawasih Pos, Senin (16/11).

Contoh konkret  sambung Wantik, perihal penggunaan bahasa yang tidak kebarat-baratan di sekolah.“Tiga motto dalam berbahasa, yakni tetap utamakan Bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah dan kuasai bahasa asing,”tandasnya.(gr/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *