Dibangun Menjadi 5 Lantai, Akan Dianggarkan Tiap Tahun Rp 20 M

Para petugas medis dan dokter yang berkerja di RS Ramela Muara Tami saat hadir dalam pelantikan manajemen dan peresmian RS Ramela Muara Tami oleh Wali Kota Jayapura, Kamis (12/11) lalu. (Foto : Priyadi/Cepos)

RS Ramela Muara Tami, Bagaimana Pengembangannya ke Depan

Pemerintah Kota Jayapura telah memiliki RS sendiri yang dinamakan RS Ramela Muara Tami sejak Kamis (12/11) lalu. Lalu, apa yang akan dilakukan Pemkot untuk mengembangkan rumah sakit tipe C tersebut?

Laporan: Priyadi/Jayapura.

Hari Kamis(12/11) lalu, menjadi hari bersejarah bagi masyarakat Kota Jayapura dan menjadi momen penting bagi Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM.,karena sesuai janji dan komitmennya setelah menjadi wali kota akan membangun rumah sakit bagi masyarakat Kota Jayapura.
Ya setelah dilakukan pembangunan beberapa tahun lalu, pada hari Kamis (12/11), Wali Kota Jayapura langsung meresmikan RS milik Pemkot Jayapura yang diberi nama RS Ramela Muara Tami di Koya Barat sekaligus melantik direktur RS dr Nikodimus Barends, MARS dan manajemen lainnya dihadiri Wakil Wali Kota Jayapura Ir.H.Rustan Saru, MM.,Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav r. Urbinas, Wakil Ketua I DPRD Kota Jayapura Jhon Y. Betaubun, SH.MH., dan para pimpinan OPD dilingkungan Pemkot, forkopimda, masyarakat adat dan tamu undangan lainnya.
Sebelum diresmikan, dilakukan doa syukur dalam ibadah singkat yang dipimpin Ketua Klasis GKI Port Numbay pdt. H. Charles Mano, S.Th. M.Si. kemudian dilanjutkan pelantikan manajemen oleh wali kota dan sebelum pengguntingan pita dilakukan terlebih dahulu prosesi adat memanah seekor babi oleh masyarakat adat setempat, penandatangan prasasti dan pembunyian sirine peresmian RS.
Wali kota mengakui, dalam waktu kurang satu bulan ini terus dilakukan pembenahan untuk menuju pengoperasian Rumah Sakit yang dilakukan pada tanggal 1 Desember 2020 secara bertahap. Seperti diketahui bersama bahwa kehadiran rumah sakit ini sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran sangat strategis dalam upaya mempercepat derajat kesehatan masyarakat.
Pemerintah Kota Jayapura tentunya telah bersungguh-sungguh dan terus-menerus berupaya untuk meningkatkan mutu pelayanan baik yang bersifat promotif, preventif, kuratif dan rehabilitasi.
Wali kota mengakui, peran tersebut pada dewasa ini semakin dituntut akibat adanya perubahan-perubahan epidemiologi penyakit, perubahan struktur organisasi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perubahan sosial-ekonomi masyarakat dan pelayanan yang lebih efektif, ramah dan sanggup memenuhi kebutuhan mereka.
“Kehadiran Rumah Sakit Ramela Muara Tami Kota Jayapura ini tentunya akan sangat membantu pelayanan kesehatan di Kota Jayapura, rumah sakit ini adalah program prioritas kepemimpinan saya, kerinduan saya bahwa rumah sakit ini menjadi bertaraf internasional, menjadi rumah sakit penyakit tropis dan bisa dijadikan rumah sakit pendidikan. Didalamnya sudah terdapat ruang IGD, administrasi, rekam medis, ruang vip, ruang radiologi, laboratorium dan farmasi. Pengembangan ke depan, lahan seluas 40.000 m2, dengan masterplan yang baru, kita akan membangun rumah sakit lantai 5 dengan memperhatikan ruang tunggu hijau, tempat bermain anak, pelayanan kepada orang tua dan lain sebagainya. dan saya berharap di dalamnya tersedia rumah ibadah, mushola dan juga perumahan tenaga medis yang bertugas di rumah sakit,’’ungkapnya.
Untuk itu, sebagai Wali Kota Jayapura dua periode ia mengapresiasi penuh, bukan hanya dibangunnya Rumah Sakit Ramela Muara Tami Kota Jayapura ini, melainkan pula dalam pelayanan kesehatan yang diberikan nantinya bagi masyarakat Papua , khususnya di Kota Jayapura. Rumah sakit ini memiliki peran penting dalam memberikan kebahagiaan, kesejahteraan, pengobatan, dan panjang umur bagi masyarakat Papua , khususnya di Kota Jayapura.
Wali kota berharap nama rumah sakit yang diberikan ini telah memperhatikan kearifan lokal sehingga rumah sakit diberi nama rumah sakit Ramela Muara Tami Ramela adalah nama salah satu pemilik hak ulayat adat di Koya Barat. Dengan beroperasinya rumah sakit ini, maka Puskesmas Koya Barat menjadi Puskesmas Rawat Jalan.
“Saya telah menetapkan manajemen rumah sakit, dengan melantik direktur dan beberapa pejabat lainnya. saya percaya mereka adalah orang-orang terbaik yang bisa membawa rumah sakit ini sesuai dengan harapan kita bersama. Selanjutnya saya berpesan kepada masyarakat agar dapat menjaga kebersihan rumah sakit, menjaga keamanan lingkungan dan mematuhi semua aturan-aturan yang telah ditetapkan pihak rumah sakit,’’jelasnya.
Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Jayapura dr Ni Nyoman Sri Antari menambahkan, nantinya di tahun 2021 anggaran yang digunakan untuk RS Ramela Muara Tami berserta kebutuhan peralatan kesehatan yang akan dibeli telah dirapatkan bersama dianggarkan sebesar Rp 20 miliar, sambil melihat apakah dana tersebut terlalu besar atau tidak. Untuk itu, diharapkan dengan adanya pengembangan pembangunan di rumah sakit ini bisa terus dilakukan, seperti apa yang telah dikatakan wali kota akan dibangun Gedung 5 lantai, musala, rumah dinas dokter dan tenaga medis serta pengembangan lainnya, karena memang sampai saat ini lahan di rumah sakit masih cukup luas dan butuh pembangunan berkelanjutan.(*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *