Tertahan 7 Jam, Rombongan MRP Kembali Pulang Ke Jayapura

Anggota MRP saat berkoordinasi dengan Manager Trigana Air Service Wamena untuk kembali pulang ke Jayapura, Minggu (15/11). Foto; Denny/ceposonline

WAMENA-Sebanyak 47 orang yang tergabung dalam rombongan Majelis Rakyat Papua (MRP) yang datang ke Wamena dan menuai penolakan sekelompok warga di terminal kedatangan Bandara Wamena, akhirnya memutuskan untuk kembali ke Jayapura setelah tertahan 7 jam dalam ruangan tersebut.
Manager Trigana Air Service Wamena Michael Biduri mengakui jika 47 anggota MRP yang datang ke Wamena dengan carteran khusus, karena pada minggu Trigana tak melayani penerbangan reguler. Namun usai tertahan karena ada penolakan, akhirnya rombongan yang datang minta kembali ke Jayapura.
“Kami harus koordinasi dengan MRP pusat di Jayapura dulu, dan memang sudah mendapat pengajuan resmi dari Jayapura untuk memulangkan mereka ke Jayapura dari Wamena,”ungkapnya Minggu (15/11).
Menurut Michael, pihaknya sedang menyiapkan kru pesawat. Karena saat ini mereka sedang libur, dan ia juga baru melakukan koordinasi dengan kepala UPBU kelas 1 A Wamena. Terkait dengan estimasi waktu untuk menerima penerbangan Trigana kembali dari Jayapura ke Wamena dan hari ini akan ada pesawat carteran yang masuk untuk mengangkut mereka kembali ke Jayapura.
“Kami harus koordinasi agar tidak terkesan memihak kepada salah satu pihak, dan karena memang sudah ada keputusan MRP dari Jayapura maka kami siapkan pesawat. Kalau tidak ada pengajuan dari MRP Jayapura kita tdk bisa terbang,”jelasnya
Ia menyatakan untuk saat ini Trigana Air Service sedang mempersiapkan pesawat untuk mengangkut rombongan dari MRP yang tertahan di ruang kedatangan bandara Wamena untuk kembali ke Jayapura.
Sementara itu dari pantauan Cenderawasih Pos, kelompok yang melakukan penghadangan terus melakukan penekanan kepada rombongan. Bahkan koordinasi Kapolres Jayawijaya dengan kelompok warga itu agar rombongan MRP ini bisa keluar dari ruang kedatangan, namun tak menuai hasil. Mereka tetap bersikukuh agar rombongan dari MRP tetap harus dipulangkan. (jo/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *