Pembuat dan Penjual Sopi Akan Diberi Pembinaan

AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum ( FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE-Kendati selama ini banyak yang telah digrebek  karena membuat atau menjual minuman keras   lokal berupa Sopi, namun faktanya, para pembuat dan penjual Sopi tersebut suatu saat akan  tertangkap lagi.

  Kapolres  Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, MHum, mengungkapkan bahwa kebijakan bagi para pembuat dan penjual minuman keras ilegal  berupa Sopi di Merauke tersebut  apalagi baru tertangkap satu kali maka pelakunya akan diberikan pembinaan.

  “Kita akan terus kembangkan dan beberapa diantaranya sudah berhasil kita temukan tempat pembuatan dan penjualan minuman keras,” kata  Kapolres AKBP Ir. Untung  Sangaji, M.Hum kepada Cenderawasih Pos di Mapolres Merauke,  Rabu (11/11).

   Kapolres menjelaskan, bentuk pembinaan  yang akan diberikan kepada para pelaku pembuat dan penjual Sopi  tersebut  berupa home industri  yakni pembuatan minyak kelapa dan kancing baju dari batok kelapa.

   “Kita akan berikan pelatihan  kepada mereka bagaimana membuat minyak kepala dan kancing baju dari  batok kelapa. Selain itu, kita berikan juga mesinnya baik untuk pembuatan minyak kelapa maupun kancing baju dari batok kelapa,’’ jelasnya.

   Home industri  bagi pembuat dan  penjual Sopi tersebut, jelas Kapolres, karena  mereka sebenarnya mencari  uang untuk dapat menyambung hidup. “Kalau  mereka selama ini tidak memiliki keterampilan, mari kita latih untuk suatu home  industri  yang bisa  mendatangkan  uang. Jangan buat minuman keras  ilegal yang justru selama ini  menjadi pemicu  terjadinya tindak suatu tindak pidana,” terang Kapolres.

   Menurutnya, para pembuat dan penjual Miras ilegal tersebut  tidak hanya dilarang  tanpa memberikan solusi yang tepat. “Setidaknya kita harus berikan satu solusi  untuk bisa beralih dari pekerjaan yang dilarang  itu,” terangnya.

   Namun apabila   pembinaan sudah dilakukan lanjut Kapolres, tapi ternyata kedepannya masih kedapatan membuat  dan atau menjual  minuman keras ilegal Sopi  maka  yang  bersangkutan akan  diproses sesuai dengan UU  yang ada. “Kita akan proses lebih lanjut ke pengadilan,” tambahnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *