Masalah Tapal Batas Yalimo-Jayapura Dibahas Usai Pilkada

Kapolres Yalimo AKBP  Rahmad. ( FOTO: Denny/ Cepos)

ELELIM-Kapolres  Yalimo AKBP Rahmad menyatakan masalah tarik ulur batas wilayah Kabupaten Jayapura dan Yalimo akan segera dilaporkan kepada Kapolda Papua untuk dilakukan mediasi antara dua pemerintah daerah ini. Diharapkan secepatnya, usai Pilkada nanti, masalah tapai batas ini bisa diselesaikan dan status  atau batas wilayah masing -masing kabupaten menjadi jelas.

   Menurut Kapolres, masalah batas wilayah Kabupaten Yalimo dan Kabupaten Jayapura  ini sebenarnya menjadi kewenangan dari pemerinntah daerah, khususnya Kabupaten Jayapura dan Yalimo. Masalah batas wilayah ini terutama di wilayah Distrik Benawa Kabupaten Yalimo,

   “Kami juga akan melaporkan ke pimpinan tentang batas wilayah ini, yang saya dengar masalah batas wilayah ini khususnya di wilayah Distrik Airu Kabupaten Jayapura ingin masuk ke wilayah Yalimo tetapi dari Pemerintah Kabupaten Jayapura belum direspon  dan belum dibahas oleh kedua belah pihak, mungkin selesai pikada ini agar bisa lebih jelas.”ungkapnya Rabu (11/11) kemarin.

   Langkah dari Polres Yalimo sendiri untuk Distrik Benawa, kata Kapolres, pihaknya sudah menempatkan personel disana bersama dengan anggota TNI untuk mencegah masuknya miras dan barang terlarang dari Jayapura seperti Narkoba maupun senjata api.

  “Kami juga belum mendengar adanya rencana penutupan jalan di Benawa, lantaran masalah hak ulayat tanah, sementara ini transportasi dari Jayapura masih terus masuk ke wilayah Yalimo,”bebernya.

   Ia menegaskan jika anggota Polres Yalimo juga  sudah 3 kali mengagalkan penyelundupan miras pabrikan dari Jayapura ke wilayah Lapago  melalui Yalimo dan beberapa oknum aparat yang terlibat telah diproses dan akan menjalani persidangan di Propam Polda Papua di Jayapura,

   “Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga keamanan situasi di Yalimo dengan melakukan perbuatan yang dilarang, kita juga sudah antisipasi untuk perjudian juga sudah ditutup dan mengantisipasi masuknya miras ke yalimo.”tutupnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *