Debat Diwarnai Adu Program Kerja 

Debat Kandidat Ke III yang dilakukan KPU Kabupaten Yalimo di Elelim. ( FOTO: Denny/ Cepos)

ELELIM-Debat kandidat ketiga calon Bupati dan Wakil Bupati Yalimo yang digelar di Elelim berlangsung alot, lantaran dua pasangan calon yakni nomor urut 1 Erdi Daby-Jhon Wilil dan paslon nomor 2 Lakius Peyon-Nahum Mabel sama -sama terus menjual program strategisnya untuk pembangunan Kabupaten Yalimo 5 tahun mendatang kepada masyarakat.

   Dari pasangan nomor urut satu, Erdi Dabi Jhon Wilil terus memberikan penegasan tentang program perekonomian masyarakat yang lebih baik dengan mengandalkan potensi lokal dan dikembangkan oleh warga Yalimo, sehingga tak tertinggal dengan warga yang lain yang berdomisili di Kabupaten Yalimo. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa dirinya telah selesai dari masalah hukum yang membelitnya beberapa waktu lalu.

   “Jika kita terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Yalimo, maka yang perlu dilihat adalah perekonomian masyarakat, dimana kita akan membuka pelatihan agar warga Yalimo memiliki ketrampilan untuk berwiraswasta, sementara untuk lapangan kerja kita akan membuka penyimpanan sembako, sehingga barang yang masuk tak langsung keluar ke daerah lain, Yalimo harus menjadi pusat perekonomian di wilayah Lapago,” beber Erdi Daby dalam debat ketiga, di Elelim, Rabu (11/11).

   Sementara itu pasangan calon nomor urut 2 Lakius Peyon-Nahum Mabel menyatakan jika terpilih sebagai bupati dan wakil Bupati Yalimo,  maka yang dikerjakan yakni menghapus stigma orang Yali tertinggal dan tak bisa untuk bangkit mandiri dalam kesejahteraan, sehingga ada beberapa program khusus untuk masyarakat Yalimo.

  “Kami lebih memperhatikan infrastruktur, ekonomi dan kesehatan dan pendidikan. Empat hal ini menjadi prioritas yang dibutuhkan oleh masyarakat kita, khusus pendidikan kita punya rencana melakukan sekolah offline dengan menyiarkan dari televise, sehingga dapat terjangkau sampai ke kampung -kampung,”beber Lakius.

   Komisioner KPU Yalimo Zeth Kambu menyatakan untuk debat ini merupakan debat ke III, dan tahapan untuk debat  sudah selesai, sehingga pihaknya akan masuk dalam tahapan melakukan percetakan surat suara dan kotak suara. KPU juga akan melakukan bimbingan teknis yang sedikit ada perubahan, dimana dulunya masuk dalam C1 Hologram kini masuk dalam C1 KWK hasil.

   “Artinya kita langsung foto di TPS dan diinput dan dikirim ke KPU, sehingga hasil pemungutan suara itu hari itu juga bisa diketahui siapa yang menang dan siapa yang kalah rekapannya itu bisa dilakukan dari KPPS ke distrik, namun hasilnya sudah ada di KPU,” jelasnya.

   Dalam perubahan ini, lanjut Zeth Kambu, apabila ada perubahan di PPS atau PPD maka secara sistem akan ditolak, ketika diplenokan di Kabupaten. Simulasi sistem merekap ini   akan dilakukan secepatnya oleh KPU Yalimo, sementara tahapan kampanye untuk dua pasangan calon ini akan berakhir pada 5 Desember mendatang.

   “Secara teknik untuk kampanye ini mekanismenya akan diatur oleh masing -masing pasangan calon untuk lokasi dan tempatnya dimana, namun juga harus berkoordinasi dengan KPU dan aparat keamanan, dalam pencoblosan kami di Yalimo tidak menggunakan sistem noken, kita menggunakan sistem reguler,” bebernya. (jo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *