Bawaslu Rekomendasikan  Kode Etik ke KASN 

Agustinus Mahuze, S.Pd ( FOTO: Sulo/Cepos)

Oknum Pimpinan OPD Diduga Langgar Netralitas ASN

MERAUKE-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Merauke  akhirnya merekomendasikan kode etik ke Komisi  Aparatur Sipil Negara (KASN)  terhadap seorang pimpinan  OPD di Merauke berinisial Pa karena diduga melanggar tentang netralitas  ASN dalam pemilu.

  “Hasil rapat pleno  kemarin disimpulkan  bahwa yang bersangkutan diduga melanggar netralitas seorang ASN dalam pemilu. Karena itu,  Bawaslu  merekomendasikan yang bersangkutan  untuk dilakukan kode etik ke KASN,’’ kata Devisi  Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Merauke  Agustinus Mahuze, S.Pd,  kepada wartawan  di ruang kerjanya, Rabu (11/11).      

   Menurut Agustinus  Mahuze, bahwa yang bersangkutan akan dikenakan Pasal 71  UU Nomor 10 tahun 2016, namun pasal tersebut  terkait dengan pemidanaan.  ‘’Dari telaah pasal yang dikenakan itu, pasal itu kurang kuat,  karena itu kita rekomendasikan ke Komisi Aparatur Negara (KASN) untuk diberikan sanksi,  karena berkaitan dengan kode etik  sesuai Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53,” kata  Agustinus Mahuze.   

  Agustinus menjelaskan bahwa temuan tersebut  telah diregister dan dibahas  bersama  antara Bawaslu, penyidik  dari Kepolisian dan Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan di Sentra Gakkumdu. “Kita sudah lakukan pembahasan pertama,’’ terangnya.

    Hanya saja, lanjut Agustinus Mahuze, karena  pelanggaran yang  dilakukan   yang bersangkutan terkait dengan netralitas seorang ASN sehingga  yang bersangkutan direkomendasikan ke ASN untuk diberikan sanksi  kode etik. Menurutnya, sebagai seorang  ASN apalagi seorang pimpinan  OPD  tidak boleh mendukung  salah satu  pasangan  calon dengan mengangkat  jari atau tangan sesuai dengan simbol  dari pasangan calon tersebut.    

  “Menyukai saja di media sosial  tidak boleh, apalagi mengangkat  jari bersama dengan salah satu calon   tidak boleh. Apapun alasannya. Kalau sudah mengangkat jari sesuai dengan nomor urut calon tersebut sama dengan memberi dukungan,” terangnya.   

   Soal proses selanjutnya setelah diserahkan ke Komisi ASN,  Agustinus  menjelaskan bahwa  itu menjadi kewenangan dari KASN nanti  untuk memberikan  sanksi apa kepada yang bersangkutan.  “Itu sudah ranah dari KASN. Perkara ini kita teruskan ke KASN, karena  sanksi soal ketidaknetralan  seorang ASN bukan ranah  Bawaslu tapi KASN,” tandasnya.

   Untuk diketahui,  yang bersangkutan  mengangkat salah satu jarinya bersama dengan  salah satu calon wakil bupati di suatu  kegiatan di  Kampung Yabanmaru, SP 9  Tanah Miring.  Dalam foto yang viral  itu, Pa  berdiri di samping salah satu calon wakil bupati bersama beberapa warga  lainnya sambil mengangkat satu jarinya. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *