Perlu Diperhatikan Faktor Keselamatan

Tampak warga yang mengecar tanpa ada rambu lalulintas yang bisa saja mengakibatkan kecelakaan, di Sepajang Jalan Abepura, Rabu, (11/11). Ft: Noel/cepos

JAYAPURA – Masyarakat Kota Jayapura yang memiliki kendaraan pengguna jalan umum sepajang Kota Jayapura sampai dengan Abepura di harapkan untuk melaju dengan perlahan menghindari tabrakan warga yang sedang mengecat trotoar pembatas jalan di Sekitaran Jayapura – Abepura.

Hal ini dikatakan salah satu warga Kota Jayapura, Ronny Boratabui mengatakan, ada situasi yang membahayakan saat para pengecat marka jalan mengecat.

” Yang saya lihat para pengecat jalan ini mencat saat kendaraan ramai dan banyak pengendara tidak sadar kalau ada orang yang duduk mengecat harus ada perlindungan khusus bagi mereka di jalan ini, sangat berbahaya sekali,” katanya.

Dosen pertambangan di USTJ ini juga mengatakan jumblah mereka di jalan juga sangat banyak dan semua berada di badan jalan yang tidak jauh dari lalulintas pengendara di jalan.

“Saya harapkan pemerintah Kota Jayapura jangan hanya suruh saja mengecet marka jalan tapi kalau bisa ada petugas lantas, Satpol PP atau petugas dari dinas perhubungan datang mengawal proses pegecetan ini, kami lihat ini sangat berbahaya, tahun lalu kan ada korban, ini harus pemkot serius,” katanya Prihatin, karena ada juga yang tidak memasang rambu jalan dan hanya mengecet dan duduk di bahu jalan utama.

Sementara itu, dari pantauan Cenderawasih Pos ada beberapa warga yang mengecat trotoar jalan duduk di bahu jalan dan tidak ada rambu lalulintas, dan ada seorang ibu yang harus mengunakan tanganya melabambai agar kendaraan yang melintas mengurangi laju lendaraanya.

Salah satu warga yang mengecet bersama tim dari gereja Ibu Selli mengatakan ia dan timnya merasa perlu adanya rambu jalan atau petuhas yang meberikan arahan bahwa ada pengecatan jalan.

“Kami harap untuk harus rambu jalan ada tapi, kami biasanya minta ke Korem tapi tapikami terlambat maka kami tidak pasang tapi dari pemkot tidak siapkan memang, makanya ada yang cat, ada juga yang kasi lambai tangan agar pengendara bergetak lambat disekitaran lokasi kami mengecat,” katanya.

Ia juga berharap agar pemerintah melalui dinas terkati dapat mebagikan cat secepat mungkin.”Dari sisi cat juga kami harapkan pemerintah harus cepat,” katanya.

Pihaknya pun menambahkan pengendara roda dua dan empat dapat mengurangi kecepatan dan fokus melihat mereka yang mengecat sehingga tidak terjadi tabrakan.

“Kami harap kendaraan jalan pelan dan bisa melihat kami yang mengecat trotoar pembatas jalan,” katanya(oel).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *