Pengiriman Beras Keluar Merauke Bisa Juga Lewat ASDP dan Perintis 

Pengiriman perdana 15 kontainer atau 375 ton beras petani Merauke ke Surabaya melalui Tol Laut, Senin (9/11). Lewat tol laut ini, biaya pengiriman cukup  murah  yakni hanya Rp  6 juta  per kontainer. (foto: Sulo/Cepos)

MERAUKE-Selain pengiriman  beras Merauke ke Surabaya  dengan menggunakan tol laut,  Staf Khusus Menteri Perhubungan  RI Bidang Keamanan Kemaritiman  Mayjen TNI Mar (Purn) Buyung Lalana, SE, didampingi   Kepala Seksi Angkutan Laut Khusus, Subdit Angkutan Laut Khusus dan Usaha Jasa Terkait Capt. Andi Aswad, S.SiT, M.MTr, M.Mar,  menjelaskan bahwa ada juga trayek  yang bisa digunakan untuk mendistribusikan  beras Merauke ke sekitar Papua  tersebut.

   “Sesuai dengan  kegiatan trayek 2020, sudah ada trayek  yang dioperasikan menggunakan kapal ASDP yakni  T20, T21, T22, T23 dan T24. Sebenarnya bisa berkoordinasi dnegan pihak operasotr ASDP apabila menggunakan karena di ASDP itu ada kebiajkakan dari  Kementrian Perhubungan  yakni subsiudi titip muatan. Sebenarnya bisa digunakan  dan dikoordinasikan dengan pihak ASDP Merauke untuk mendistribusikan beras  petani kita dari Merauke,’’ kata  Buyung Lalana di Merauke, kepada  Cenderawasih Pos, Selasa (10/11), kemarin.

   Opsi kedua, lanjut dia, menggunakan kapal-kapal perintis yakni Sabuk Nusantara. Karena  menurutnya,   jika menggunakan kapal-kapal yang khusus membawa kontainer  tidak cocok  karena draft dari kapal perintis tersebut sangat dalam, sementara di Papua lebih masuk ke sungai-sungai.

  “Kapal  Sabuk Nusantara dan kapal yang dioperasikan oleh ASDP sementara  itu yang bisa dimaksimalkan. Sayang sekali kalau itu tidak digunakan,’’ jelasnya.

   Dikatakan, pihaknya sudah lakukan rapat  internal dengan pihak ASDP sesuai dengan arahan dari pimpinan untuk dapat mengangkut barang-barang pokok penting yang sudah diatur di dalam Peraturan di Menteri Perdagangan Nomor 53 tahun 2020 yaqng mana diprioritaskan adalah barang pokok seperti beras, gula dan lain-lain.

    Menurut dia, tinggal dari pengusaha yang ada di Merauke untuk dapat memanfaatkan  kesempatan  ini. Termasuk pihak yang akan membeli (buyer) di daerah tujuan. Karena  menurutnya, meski sudah ada  trayek, tapi pihak yang membeli atau menampung  barang yang  dibawa tersebut  bisa menyulitkan  pengusahanya. Jadi harus bangun jaringan terlebih dahulu.

    Bagaimana dengan Bulog? Menurut Buyung Lalana, dengan bulog juga  sudah beberapa kali  rapat untuk dapat memanfaatkan tol laut  untuk dapat mengirim beras dari Merauke ke pulau Jawa. Namun sebelumnya, Kepala  Bulog Merauke Djabiruddin mengaku    bahwa jika ada  perintah dari pimpinan pusat  untuk mengirim beras dengan tol laut ke Jawa tersebut pihaknya akan siap.

    Namun  saat dihubungi lewat telpon selulernya,  kemarin, Djabiruddin mengaku sudah ditarik ke Perum Bulog Pusat. ‘’Tapi untuk penggantinya, saya juga belum  tahu,’’ jelasnya.

   Namun  dengan  dibukanya  pengiriman beras lewat tol laut ke Surabaya tersebut sedikit membawa angin segar  bagi petani. Karena pada pengiriman  perdana tersebut, sebanyak 15 kontainer beras atau sebanyak 375 ton. Karena setiap  kontainer terisi 25  ton beras, dimana biaya setiap kontainernya hanya Rp 6 juta. Dibanding  dengan kapal kontainer lainnya yang setiap kontainer di atas Rp 10 juta.  (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *