Pedagang dari Koya dan Arso Akan Dicarikan Tempat di Pasar Baru Kotaraja

Tampak Pasar Baru Youtefa Kotaraja foto diambil minggu lalu. (foto: Priyadi/Cepos)

Untuk Sementara Boleh Berjualan di Pasar Youtefa Abepura

JAYAPURA-Mulai hari Senin (9/11)lalu, pedagang dari Koya dan Arso untuk sementara waktu kembali berjualan di Pasar Youtefa Abepura, hal ini disebabkan setelah Pasar Baru Youtefa Kotaraja difungsikan tampaknya pedagang dari koya dan arso masih ada yang belum mendapatkan tempat los berjualan.

Oleh karena itu, Dinas Perindagkop dan UKM Kota Jayapura saat ini akan menambah lagi tempat jualan bagi pedagang koya dan arso di pasar baru. Hal ini dikatakan Wakil Wali Kota Jayapura Ir.H.Rustan Saru, MM, kepada wartawan Cenderawasih Pos, Selasa (10/11)kemarin.

“Ya memang pedagang dari arso dan koya sementara kembali berjualan di Pasar Youtefa Abepura  karena setelah pedagang ini pindah tiba-tiba masih ada pedagang belum dapat tempat, jadi Disperindagkop sekarang masih mengusahakan tempat bagi mereka yang belum dapat sekira 200 pedagang  untuk bisa berjualan di pasar baru,’’ujaranya.

  Ditambahkan, soal terkait keluhan tempat jualan yang sempit dan harus dilengkapi fasilitas supaya pedagang tidak terkena hujan atau panas. Wali mengaku memang pasar baru ini luas areanya tidak sama dengan pasar lama, karena pasar baru hanya 5 hektar dan 1.5 hektar digunakan untuk terminal. Sedangkan pasar lama luasnya sekitar 13 hektar untuk itu, pedagang diharapkan bisa menyesuaikan tempat yang ada karena ini untuk melindungi pedagang dari banjir dan kenyamanan pembeli.

Sedangkan untuk sarana lainnya, memang untuk pedagang koya dan arso berjualan pada dini hari hingga pagi sehingga Pemkot belum permintaannya. Untuk itu, pedagang diminta dukungannya untuk melengkapi sendiri.

  Sementara itu, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Jayapura Robert  LN Awi, ST.,MT., mengakui 200 pedagang dari arso dan koya yang belum mendapatkan tempat saat ini sedang diusahakan untuk bisa mendapatkan tempat di pasar baru, setelah itu semua pedagang itu tetap harus berjualan di pasar baru dan sambil menunggu dalam penyiapan tempat pedagang sementara waktu diperbolehkan berjualan di pasar lama.

Hal lainnya untuk tempat jualan yang sebelumnya luasnya hanya 2×2 meter kini akan dilebarkan lagi menjadi 2×3 meter. Selain itu, dalam pemindahan pedagang nantinya tidak dilakukan setiap satu minggu sekali namun setiap hari dilakukan pemindahan pedagang sesuai jadwal yang telah diatur supaya pasar baru ini cepat ramai dan pembeli juga banyak yang tahu dan mau berbelanja di sana.(dil/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *