Kembali Wajibkan Swab Bagi Pelaku Perjalanan

KUNJUNGI KERJA KALTARA: Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan dan Penanganan Covid-19 Nasional yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo disambut Pjs Gubernur Kaltara, Dr. Teguh Setyabudi dengan didampingi Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes, Senin (9/11) lalu.

Kasus di Kaltara Mendekati 1.000

TARAKAN-Upaya menekan angka penyebaran Covid-19, Pemkot Tarakan kembali mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang datang dari luar kota menjalani tes swab.

Sembari menunggu hasil swab keluar, pelaku perjalanan wajib menjalani karantina mandiri. “Semua masyarakat terutama ASN dan TNI-Polri, yang ada di lingkungan pemerintahan daerah diwajibkan setiap pulang dari luar daerah harus melakukan swab,” ungkap Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes, Selasa (10/11).

Hal itu dilakukan sebagai bagian upaya pencegahan dan membatasi penyebarluasan Covid-19.  Begitu juga pekerja yang ada di perusahaan. Jika ada karyawan dari luar Kaltara masuk ke Kaltara, sebelum memasuki lokasi perusahaan tempat bekerja harus melakukan swab. “Ini bagian upaya yang tidak bisa dikendorkan. Seperti yang diinstruksikan kepala BNPB dan Satgas Penanganan Covid-19 saat berkunjung ke Tarakan,” urai Khairul.

Upaya lainnya yang telah dilakukan dalam hal menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 yakni menerbitkan Perwali 42/2020 tentang penegakan hukum disiplin prokes. Perwali ini sudah berjalan. “Kondisi kasus saat ini terus naik dan karena tim satgas terus mencari,” ujarnya.

Sebelumnya, penanganan pandemi Covid-19 di Kalimantan Utara (Kaltara) mendapat apresiasi dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo.

Hal itu diungkapkan Doni Monardo saat melakukan rapat koordinasi penanganan penanganan Covid-19 bersama pemerintah daerah se-Kaltara di ruang pertemuan serbaguna Kantor Wali Kota Tarakan, Senin (9/11).

Apresiasi diberikan karena Kaltara dinilai mampu mengendalikan laju perkembangan Covid-19. Angka kematian secara nasional terbilang rendah, 10 orang dari kasus yang ada.

“Jadi mungkin ini salah satu yang terkecil secara nasional,” ujar Doni Monardo usai rapat.  Ia didampingi Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Kaltara, Dr. Teguh Setyabudi.

Doni menilai, peran seluruh komponen masyarakat di Kaltara, mulai gubernur dan para bupati/wali kota, didukung oleh segenap tokoh masyarakat, tokoh agama, budayawan, dibantu juga TNI-Polri bersama dengan para relawan, telah membuktikan bahwa kasus dapat dikendalikan. Akan tetapi, Doni menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo mengingatkan agar Pemerintah Provinsi Kaltara bersama segenap masyarakatnya tidak boleh kendor. “Bapak Presiden selalu mengingatkan kita semua, tidak boleh kendor, ya tidak boleh kendor. Jadi prestasi yang sudah diraih ini, harus tetap dipertahankan,” pungkasnya.

Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kaltara terus meningkat. Saat ini jumlahnya sudah mendekati 1.000 kasus.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, total yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltara hingga kemarin (10/11) sudah berjumlah 903 kasus. Artinya, kurang 97 kasus lagi sudah tembus 1.000 kasus. “Jumlah ini setelah diakumulasikan dengan tambahan 6 kasus konfirmasi positif baru yang masuk hari ini (kemarin),” ujar Agust kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Selasa (10/11).

Dibeberkannya, 6 kasus konfirmasi positif baru itu terdiri dari 5 kasus di Tarakan dan satu kasus di Bulungan. Adapun untuk yang 5 kasus di Tarakan itu meliputi 3 orang dari kontak erat dengan inisial KN (52) laki-laki, RS (65) perempuan, dan HN (83) perempuan. Serta 2 orang dari transmisi lokal dengan inisial KS (38) laki-laki dan SE (57) perempuan. “Kemudian yang satu kasus di Bulungan itu merupakan seorang laki-laki dari transmisi lokal dengan inisial HR (22),” katanya.

Sedangkan untuk yang dinyatakan sembuh di provinsi termuda Indonesia ini totalnya 793 orang setelah bertambah 7 orang di Tarakan yang baru dinyatakan sembuh kemarin.

Sebanyak 7 orang yang dinyatakan sembuh itu terdiri dari 6 orang kontak erat dengan inisial MM (19) perempuan, KR (36) perempuan, YSU (32) laki-laki, AF (52) perempuan, ESK (6) perempuan, dan DR (15) laki-laki. Sedangkan satu lagi seorang perempuan dari transmisi lokal dengan inisial PE (37).

Kemudian yang meninggal dunia di Kaltara hingga kemarin berjumlah 10 orang, serta yang masih dirawat hingga kemarin berjumlah 100 orang. “Jumlah ini (100 orang) tersebar di dua daerah, yaitu di Tarakan sebanyak 60 orang dan di Bulungan 40 orang,” sebutnya.

Sedangkan tiga daerah lainnya, yakni Tana Tidung, Malinau dan Nunukan sudah menyandang status zero kasus sejak beberapa hari lalu. Harapannya, dua daerah lagi, yakni Bulungan dan Tarakan juga bisa segera zero kasus. (zia/iwk/lim/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *