Jalan Rusak, Angkutan Jalur Darat Menurun

Satu kendaraan truk yang masuk ke wilayah Wamena dan diperiksa di Polsek Wamena Kota,  Selasa (10/11) kemarin. ( FOTO: Denny/ Cepos)

Satu Minggu Hanya Periksa 3 Sampai 4 Kendaraan.

WAMENA-Aktifitas angkutan barang melalui jalur darat dari Jayapura menuju Wamena, beberapa minggu ini mengalami penurunan. Dimana pada Oktober  lalu,  per harinya bisa memeriksa 10 kendaraan, kini memasuki Bulan November  dalam seminggu hanya 3 sampai dengan 4 kendaraan yang diperiksa dan masuk ke wilayah Wamena.

   Kapolres Jayawijaya melalui Kapolsek Wamena Kota AKP. Agus Siswanto mengakui adanya penurunan kendaraan yang mengangkut sembako dan bahan bangunan ke Wamena.  “Sampai saat ini kita lihat ada penurunan kendaraan dari Jayapura yang masuk ke Wamena, dimana yang tadinya kita bisa periksa 10 mobil perhari, kini hanya bisa memeriksa 3 sampai dengan 4 mobil baik itu truk dan Strada setiap minggu,” ungkapnya, Selasa (10/11) kemarin.

   Menurutnya, penurunan  jumlah kendaraan ini diakibatkan karena dari informasi yang didapatkan dari para sopir, ada beberapa ruas jalan yang rusak parah serta jembatan kayu yang patah di wilayah Kabupaten Yalimo,  sehingga para sopir harus menempuh perjalanan 11 hari, dari Jayapura sampai ke Wamena.

   “Informasinya ada beberapa ruas jalan yang rusak dan jembatan yang patah di Distrik Benawa Kabupaten Yalimo, sehingga banyak sopir yang tertahan dengan kendaraannya di sana,” jelas Agus Siswanto.

  Menurut Kapolsek Wamena kota, pihaknya sebenarnya telah melakukan koordinasi dengan Polres Yalimo untuk melakukan pemeriksaan kendaraan yang masuk ke wilayah itu. Namun setelah masuk ke Wamena, harus dilakukan pemeriksaan kembali untuk mengecek barang yang diangkut ke Wamena tak ada barang terlarang seperti miras dan narkoba serta fermipan.

   “Sejauh ini belum ada lagi miras yang kita temukan dari kendaraan yang masuk ke Wamena, hanya temuan di bulan lalu yang masih diamankan dan rencananya awal bulan desember sesuai instruksi pimpinan barulah akan dilakukan pemusnahan secara kolektif.”jelas Agus siswanto.

   Kata Kapolsek Wamena kota, penurunan jumlah kendaraan yang masuk sangat drastis dan tidak seperti di bulan lalu yang sangat marak. Pihaknya juga belum tahu apakah ada pengaruh dengan perekonomian di Wamena atau tidak, namun sepertinya tidak pengaruh karena penerbangan cargo juga masih terus beroperasi.

   “Untuk pengaruh ke pasar Wamena mungkin tidak juga, karena penerbangan cargo di Wamena sampai dengan saat ini masih stabil memasok sembako ke Wamena,”katanya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *