Hasil Pemeriksaan Dugaan Keterlibatan Oknum Pimpinan OPD Diplenokan

Ketua Bawaslu Kabupaten Merauke  Oktafina Amtop, S.Sos saat menunjukkan foto yang sempat viral di media soal adanya seorang ASN yang angkat jari saat foto bersama salah satu pasangan calon wakil bupati  Merauke tahun 2020  di  Kantor Bawaslu Kabupaten Merauke,  Selasa (10/11). (Sulo/Cepos)

MERAUKE-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Merauke  melakukan rapat pleno dengan melibatkan penyidik kepolisian dan jaksa penuntut umum dari Kejaksaan terhadap hasil pemeriksaan dugaan keterlibatan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Merauke Paino, SIP.

  Pleno ini untuk memutuskan apakah tindakan yang dilakukan yang bersangkutan saat foto bersama dengan salah satu calon wakil bupati  Merauke  merupakan bentuk keberpihakan  yang  bersangkutan terhadap pasangan calon tersebut atau tidak.

  “Kami akan  melakukan pleno yang melibatkan dari unsur penyidik kepolisian dan dari Kejaksaan yang merupakan Sentra Gakkumdu  untuk menentukan apakah yang bersangkutan masuk ranah pelanggaran  atau bukan,” kata  Ketua Bawaslu Kabupaten Merauke  Oktafina Amtop, S.Sos, ditemui wartawan di ruang kerjanya.

  Menurut Amtop, apabila  rapat pleno  tersebut menyatakan  bahwa apa yang dilakukan oleh yang bersangkutan masuk dalam pelanggaran, maka  temuan tersebut akan segera diregitrasi untuk diproses selanjutnya. Oktafina Amtop menjelaskan   bahwa dalam UU Nomor 10 tahun 2016 yang melarang keterlibatan ASN, TNI dan Polri dalam politik praktis.

  “Itu secara umum. Nanti kita lihat  hasilnya seperti apa rapat pleno seperti apa,’’ jelasnya. Karena menurutnya,  seorang  ASN dilarang like apalagi mengangkat jari sebagai simbol dari pasangan calon tertentu.‘’Apapun alasan   yang disampaikan, tapi yang jelas  di dalam peraturan perundang-undangan sudah sangat jelas bagi  ASN dan TNI Polri,” terangnya.

   Oktafina Amtop juga menjelaskan, bahwa selain  pihaknya telah meminta klarifikasi  terhadap  ASN yang bersangkutan, pihaknya  juga meminta keterangan kepada 5 saksi. Dan apabila kelima saksi  tersebut masih dibutuhkan keterangannya maka mereka siap  untuk dipanggil lagi.      

   Sementara itu, Kepala  Dinas Kependudukan dan Catatan  Sipil Kabupaten  Merauke Paino, SIP sebelumnya  mengaku jika kehadirannya diacara launching kuda lumping oleh warga Kampung Yabanmaru SP 9 Tanah Miring karena diundang. Dan saat akan meninggalkan tempat  tersebut dirinya  diminta warga untuk foto bersama yang kebetulan saat itu calon wakil bupati nomor urut  1 berada di tempat tersebut dan sama-sama foto. Kemudian oleh warga yang mengambil gambar meminta untuk angkat  satu jari  yang menurut Paino tidak bermaksud untuk mendukung salah satu calon bupati yang sedang berkompetisi dalam Pilkada saat ini. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *