Tak Ada Pembeli, Pedagang Pilih Kembali

Pintu masuk utama Pasar Baru Otonom yang terlihat di dalamnya sepi dan tak ada pedagang satupun. Perlu dicarikan solusi agar pedagang mau pindah namun tidak merugikan pedagang juga.(Foto: Gamel Cepos)

JAYAPURA – Kebijakan pemerintah Kota Jayapura untuk memindahkan pada pedagang dari Pasar Youtefa ke Pasar Baru di Otonom secara bertahap nampaknya perlu dikaji kembali. Pasalnya meski pada 5 November lalu sejumlah pedagang sudah dipindahkan ke lokasi baru namun pada kenyataannya semuanya memilih kembali ke Pasar Youtefa dan mengosongkan kembali pasar baru. Ini tak lepas dari sepinya pembeli termasuk belum tersosialisasi secara baik.
“Mau bertahan bagaimana mas kalau pembelinya tidak ada. Lagipula agak sulit kalau sekarang karena masih banyak yang harus disiapkan,” kata Yati salah satu pedagang yang sempat dipindahkan, Senin (9/11). Dikatakan untuk kelompok pedagang di Pasar Pagi sejatinya siap saja untuk dipindahkan asal pemerintah juga siap. Maksudnya adalah pedagang tidak sekedar butuh tempat tetapi juga lapak, tenda maupun sarana air bersih. Akan tetapi jika hanya diberi tempat kosong dan belum semua dipindahkan bisa – bisa dagangan yang dibawa pada hari itu tidak akan laku karena belum semua disiapkan.
“Lalu kalau pindahnya sendiri-sendiri rasanya sulit juga karena pembeli masih berbelanja di Pasar Youtefa dan fokusnya disana jadi dagangan kami juga tak ada yang beli,” imbuhnya. Senada disampaikan Hamzah yang menyebut jika pemerintah mau memindahkan akan lebih baik dilihat tempat yang cukup dan sesuai dengan apa yang diusulkan pedagang. “Kemarin pedagang mengeluh karena sempit lalu tak ada lemari penyimpanan sebab mereka tidak mungkin membawa pulang,” imbuhnya.
Ini dibenarkan Ketua Himpunan Pedagang Pasar Youtefa , H Muhammad Thamrin yang menyatakan hampir 3000 pedagang di Pasar Youtefa jika mau dipindahkan semua tentunya tempatnya tidak cukup. Namun jika dipindahkan satu persatu ini juga bukan solusi yang tepat. “Pedagang saya pikir bersedia dipindahkan jika bersamaan tapi itupun harus disiapkan apa yang menjadi kebutuhan mereka sebab meski Pasar Youtefa kondisinya seperti saat ini tapi mereka tidak keberatan. Nah kami pikir perlu solusi untuk ini,” pungkasnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *