Dirawat Dalam Bangsal, Seorang Pasien Terpapar Covid-19

Jubir Tim Covid -19 Jayawijaya Dr. Indrajaya. (Foto: Denny/Cepos)

WAMENA-Sempat dirawat dalam ruang bangsal selama 3 hari bersama pasien lain, seorang pasien terkonfirmasi terpapar Covid -19 usai hasil testnya diterima, sehingga pasien lainnya yang dekat dengan pasien yang positif juga harus diperiksa sampel swabnya untuk memastikan tertular atau tidak.

Naftali Pawika bersama calon istrinya di RSUD Wamena. (Foto: Denny/Cepos)

Juru bicara Covid -19 Jayawijaya Dr. Indra Jaya mengaku jika awalnya pasien yang terpapar Covid -19 ini dibawa ke UGD dan di-rapid test, hasilnya memang non reaktif. Pasien tersebut langsung dirawat dalam ruang bangsal bersama dengan pasien lainnya yang juga non reaktif , karena setiap pasien yang masuk ke UGD harus di-rapid.
“Selama masa pengobatan 3 hari, pasien tersebut mengalami gangguan pernapasan, gangguan pencernaan, types, sehingga timbul kecurigaan klinis dari dokter ahli penyakit dalam untuk ditindak lanjuti pemeriksaan swab,”ungkapnya Senin (9/11) kemarin.
Ia menyatakan, setelah dokter Anto yang merupakan dokter penyakit dalam di RSUD Wamena memintanya untuk melakukan swab kepada pasien tersebut, maka hasilnya memang positif terpapar Covid -19 sehingga pasien tersebut langsung dipindahkan ke ruang isolasi untuk penanganan lebih lanjut.
“Sementara untuk satu pasien lain yang berada satu ruangan dengan pasien yang terpapar Covid-19 terpaksa harus dilakukan swab test lagi untuk memastikan yang bersangkutan positif atau tidak tadi dan hasilnya besok baru keluar,”bebernya.
Dokter Indrajaya yang didampingi Dokter Anto menjelaskan jika sebenarnya ini bukan unsur kesengajaan, ini merupakan kelemahan dari rapid test yang dilakuan karena saat masuk UGD hasil rapidnya non reaktif, hingga pasien tersebut bisa ditempatkan dalam bangsal yang ada di RSUD Wamena bersama pasien lainnya.
“Kita sudah tindak lanjuti dengan cepat untuk dipindahkan usai hasil swabnya keluar, kita juga mengharapkan pasien lain yang satu ruangan dengan pasien covid -19 itu hasilnya bisa negatif.” bebernya.
Secara terpisah keluarga dari pasien yang bersama-sama ditempatkan dalam satu ruangan dengan pasien yang terpapar covid -19 Naftali Pawika menyatakan, ia bersama dengan tunangannya sama sekalib tak tahu pasien yang di sebelah mereka itu menderita sakit apa , namun setelah beberapa hari calon istrinya diminta untuk pindah ruangan lain.
“Calon istri saya minta untuk pulang, namun setelah saya konfirmasi ke petugas , mereka menyatakan jika masih belum bisa pulang karena harus diswab test lagi dan telah dilakukan ini yang membuat kami kaget, mengapa harus di-swab test,” kesalnya.
Setelah itu, baru ia baru tahu bahwa sebelum pindah pasien yang ada dalam satu ruangan dengan calon istrinya itu terpapar Covid -19. “Hal ini membuat kami terpukul dan mempertanyakan mengapa pasien Covid -19 bisa ditempatkan di bangsal bersama pasien lainnya,”ujarnya.
Ia mengaku kesal dengan tindakan yang dilakukan oleh petugas medis RSUD Wamena.

“Saya minta pertanggungjawaban dan penjelasan dari petugas kesehatan yang ada di RSUD Wamena karena masalah ini, kami juga sudah melakukan swab test dan tinggal menunggu hasil besok,”bebernya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *