Pilih Main  Futsal dan Tarkam

Marckho Meraudje. ( foto: Erik / Cepos)

Marckho Meraudje.

JAYAPURA – Bek kanan Madura United asal Papua, Marckho Sandi Meraudje mengaku kecewa dengan penundaan kompetisi Liga 1 yang dilakukan oleh PSSI. Menurutnya, penundaan kompetisi Liga 1 sangat mengecewakan bagi para pemain yang sudah melakukan persiapan cukup lama.

“Saya pribadi cukup kecewa dengan keputusan yang sudah keluar. Di mana kita sudah persiapan dan harus kembali diliburkan lagi,” ungkap Marckho Meraudje kepada Cenderawasih Pos via telepon selulernya, Rabu (4/11).

Kata Marckho, seharusnya PSSI maupun PT LIB selaku operator kompetisi bisa mencontoh negara-negara di Eropa yang juga terpapar Covid-19 tapi tetap menjalankan kompetisi lokalnya.

“Menurut saya kita harus mencontoh dengan negara di luar, meski dalam masa pandemi liga tentap jalan yang penting protokol kesehat tetap nomor satu,” ujar Marckho.

Apalagi kata Marckho, tahun 2021 Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-21. Sehingga sukses tidaknya kompetisi lokal tanah air akan menjadi cerminan Indonesia dalam menyelenggarakan Piala Dunia.

“Dampaknya ya pasti di mata FIFA, apalagi dalam waktu dekat akan bergulir Piala Dunia U-20,” ucap Marckho.

Dalam menanti kepastian lanjutan Liga 1 2020/2021, Marckho memilih untuk terjun dalam turnamen futsal lokal (Tarkam) di Koata Jayapura yang digagas oleh GARBI Papua. Menurut Marckho, ia sengaja mengikuti turnamen tersebut guna menjaga kondisi tubuhnya selama masa jeda kompetisi.

“Saya mengikuti pertandingan futsal untuk menjaga kondisi saya untuk menunggu liga yang akan bergulir nanti,” tandasnya. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *