Khusus Pasar Potikelek Diberlakukan Pasar Malam

Los Pasar Potikelek yang semula kosong kini telah mulai diisi oleh mama -mama Pedagang Sayur Mayur. Khusus pasar ini diberikan kekhusuan yakni bisa beroperasi hingga malam. ( foto: Denny/ Cepos)

WAMENA- Pedagang Sayur mayur yang berjualan trotoar jalan Irian , Safridarwin dan Sulawesi kini telah dialihkan masuk untuk mengisi 4 pasar yang telah disiapkan pemerintah yakni Pasar Jibama, Wouma, Potikelek dan Sinakma, khusus untuk pasar Potikelek dibuka hingga  pukul 22.00 Wit agar mama -mama pedagang bisa menjualkan hasil perkebunannya hingga malam hari.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan (Nakerindag) Jayawijaya Dr. Lukas Kosay menyatakan untuk saat ini penertiban pedagang yang berjualan dipinggiran jalan telah dilakukan bersama dengan instansi teknis lainnya sasarannya adalah jalan Sulawesi . Safridarwin dan ujung jalan irian.

“Penertiban ini sementara telah berjalan namun ada sedikit gesekan kecil dimana pedagang makanan siap saji bakar batu yang berjualan tiap sore hari masih melakukan aktifitas jual beli namun pemerintah akan mengambil sikap untuk hal itu,”ungkapnya rabu (4/11) kemarin.

Semua mama -mama pedagang sayur mayur ini telah diarahkan ke 4 pasaryang disiapkan , khusus mereka yang dari sinakma maka diarahkan mengisi pasar Sinakma , sementara untuk pedagang dari wouma, juga diarahkan mengisi pasar wouma karena sudah dibuka kembali usai selesai dilakukan pembenahan pasca kerusuhan tahun lalu.

“Sebenarnya kita belum bisa buka pasar itu, namun karena sudah selesai maka kita buka kembali pasar misi Wouma dan sudah kembali melakukan aktifitas jual beli, sementara untuk potokelek dan jibama juga masihg berjalan,”jelas Lukas.

Ia menyatakan , pihaknya juga melakukan perpanjangan waktu penutupan pasar, khusus untuk pasar potikelek yang diperkenankan untuk membuka pasar malam, artinya jika sebelumnya ditutup pukul 19.00 wit, sekarang diperpanjang hingga pukul 22.00 WIT  dan saat ini sudah berjalan dengan maksud pedagang lokal bisa menjual hasil kebunnya dimalam hari.

Sementara untuk pedagang pinang jalan Sulawesi, pihaknya dari Disnakerindag menganjurkan kepada para distributor agar memiliki tempat penbampungan pinangnya, untuk dikeluarkan ijin, artinya petugas dari Disnakerindag harus turun melakukan pemantauwan melihat jika pedagang pinang memiliki penampungan barulah ia bisa berjualan disitu.

“Saya rasa kalau distributor menjual enceran sudah tidak etis lagi dan mungkin terlalu serakah, sehingga mereka hanya boleh jual perkilo, enceran itu milik pedagang lain yang berjualan pinang enceran , mungkin rezeki harus dibagi-bagi jangan dimonopoli,”tutupnya. (jo/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *