Dewan Setujui KUA-PPAS Perubahan

Suasana penandatanganan Nota Kesepahaman Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020 serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020, di ruang sidang paripurna Gedung DPRD Jayapura,  Selasa (3/11) (FOTO: MBOIK/CEPOS)

SENTANI- Rapat paripurna penandatanganan Nota Kesepahaman Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020 serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020, dilakukan dalam rapat paripurna DPRD Jayapura Tahun 2020 yang berlangsung di ruang sidang paripurna Gedung DPRD Kabupaten Jayapura,  Selasa (3/11).

Ketua DPRD Kabupaten Jayapura Klemens Hamo, S.IP, mengatakan, dalam rangka menyusun perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perlu disusun Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) perubahan yang disepakati bersama antara DPRD dengan Pemerintah Daerah, untuk selanjutnya dijadikan sebagai dasar penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2020.

Selanjutnya kesepakatan antara DPRD dan Pemerintah Daerah tentang Kebijakan Umum Perubahan APBD tahun anggaran 2020 terhadap prioritas dan plafon anggaran sementara perubahan yang meliputi rencana pendapatan penerimaan dan pembiayaan daerah tahun anggaran 2020 prioritas belanja daerah plafon anggaran Sementara per urusan dan OPD plafon anggaran sementara program dan kegiatan plafon anggaran sementara belanja tidak langsung dan rencana pengeluaran pembiayaan daerah tahun anggaran Tahun 2020.

“Ya kami sangat mendukung, dan sebagai pimpinan, saya juga memberikan apresiasi kepada seluruh anggota dewan. Semua dinamika terjadi bagi kami ini adalah lembaga politik, tidak boleh orang berasumsi akibat ini dan itu, karena lembaga politik seperti itu. Tetapi dengan cara-cara itu, ya kita sebagai seorang politikus harus lakukan diplomasi,” ujar Klemens Hamo. Penandatanganan Nota Kesepahaman KUA dan PPAS Perubahan Tahun Anggaran 2020, itu dilaksankaan Selasa (3/11) malam.

Dijelaskannya, Rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD serta rancangan Prioritas dan Plafon Anggara Sementara Perubahan APBD Tahun 2020, yang disepakati bersama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Jayapura dengan DPRD Jayapura telah melalui rangkaian pembahasan yang telah dilaksanakan.

“Di mana dalam pembahsan dan penyajiannya telah memperhatikan peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33, Tahun 2019, tentang pedoman penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Tahun 2020,” jelasnya.

“Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman KUA dan PPAS Perubahan ini, maka pada Senin  pekan depan kami tutup, kemudian kita akan lanjutkan dengan Renja dan APBD Induk. Sesuai dengan aturan nasional itu pada 30 November itu APBD Induk sudah harus selesai,” tegasnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, mengatakan,  rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Kabupaten Jayapura Tahun Anggaran 2020 merupakan tahapan dari mekanisme penyesuaian anggaran tahun berjalan yang diakibatkan oleh perubahan asumsi sehingga harus dilakukan perubahan.

“Ya malam ini dilakukan target awal dalam APBD tahun berjalan dan disesuaikan kembali berdasarkan asumsi yang terjadi,”ujar Mathius Awoitauw, kepada wartawan usai menghadiri Rapat Paripurna.

Dikatakan,  pelaksanaan APBD, Tahun 2020 berada dalam kondisi tekanan dan ketidakpastian akibat pandemi Covid-19.

“Perubahan ini agak molor dari biasanya, karena kita biasanya lakukan di Agustus atau September. Ini situasi yang tidak biasanya, karena kita tahu seluruh dunia bahkan Indonesia bahwa situasi darurat yang diakibatkan Covid-19. Oleh karena itu, ada perubahan-perubahan maupun pergeseran-pergeseran yang luar biasa,” ujarnya.

“Jadi di APBD, kita lakukan pergeseran itu sekitar Rp 40 miliar sampai Rp 50 miliar. Bersamaan dengan itu, dari pemerintah pusat juga ada sekitar Rp 80 miliar lebih yang dikurangi. Ya, ini semua diluar rencana,”pungkasnya.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *