ASN Tak Disiplin, Bupati Ancam Tahan Gaji

Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda S.Sos. M.Si ( FOTO: Humas)

MULIA- Guna meningkatkan kinerja Roda Pemerintahannya, Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda S.Sos, S.IP, MM mengimbau kepada seluruh ASN untuk terus berupaya meningkatkan disiplin aparatur. Bupati mengajak jajarannya mulai melaksanakan aktivitas kantor seperti biasa pasca libur panjang Maulid dan HUT GKI beberapa hari lalu.

   “Surat Edaran Bupati sudah saya tandatangani untuk kembali ke tempat tugas. Baik ASN maupun Tenaga Honorer, CPNS, kalau ada pejabat yang sampai hari ini masih di luar Puncak Jaya diminta segera kembali, Kepala OPD segera beritahu mereka” himbau Bupati.

  Berdasarkan Surat edaran Bupati dengan Nomor : 440/725/SET tertanggal 29 Oktober 2020 menyebutkan agar jajarannya kembali ke tempat tugas. Dalam surat, tersebut disebutkan ancaman tahan gaji/insentif bagi staf yang tidak mematuhinya.

  Pernyataan ini disampaikan oleh Bupati Puncak Jaya dalam Apel Gabungan ASN, Instansi Vertikal, Ormas dilingkungan Pemda, Puncak Jaya yang dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan atas capaian Opini WTP tahun 2019 serta penyerahan hadiah motor bagi TAPD. Bertindak selaku Komandan Apel adalah  Kasat Pol PP Herman D Wanma, SSTP.

  Sebagai salah satu Visi Misinya, Bupati Yuni serius membenahi aparatur mulai dari aspek disiplin dan kepatuhan terhadap aturan berlaku.

  Di tempat yang sama juga, Bupati Yuni menyampaikan beberapa arahan penting terkait rencana pelaksanaan Natal Tahun ini tidak seperti Perayaan Natal sebelumnya yakni Natal Gabungan. “Saya akan perintahkan pejabat Eselon II yang saya lantik beserta Kepala Distrik yang ada, agar turun ke Distrik-distrik untuk melakukan pelaksanaan Natal bersama dengan masyarakat langsung dapat menyantap hidangan disana, jangan hanya di Kota Mulia saja” beber Bupati. Langkah ini diambil   guna mendekatkan kehadiran negara di tengah masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan terutama Covid 19.

  Sementara itu, Bupati juga menegaskan perintah tersebut serius dan tidak segan mencopot bawahannya pada bulan Februari tahun depan bagi pejabat yang mbalelo. Dirinya menilai masih banyak pejabat asli putra daerah yang diangkat olehnya kurang memiliki kecintaan kepada Daerah sendiri, seperti contoh keluarga dan anak istri masih ada di luar daerah. Hal ini menjadi alasan pejabat tersebut sering tidak berada di tempat tugas dengan alasan menemui keluarga.

  “Saya larang keras seperti itu dan di bulan Februari saya akan evaluasi jabatan. Sekali lagi untuk natal kali ini semua pejabat harus berada di Mulia. Natal harus turun bersama kepala Distrik sesuai daerah masing-masing dan bakar batu bersama” tegas Bupati. Kepatuhan terhadap aturan dijelaskan Bupati agar nantinya tidak ada preseden masyarakat bahwa hal tersebut merupakan hal biasa.  (Humas/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *