Rame – rame Tolak Dipindahkan

Ketua DPRD Kota Jayapura Abisai Rollo bersama H Thamrin mendengarkan keluhan dan masukan dari para pedagang di Pasar Youtefa, Selasa (3/11). Banyak pedagang yang menolak dipindahkan ke lokasi baru.

JAYAPURA – Rencana Pemerintah Kota Jayapura untuk memindahkan pedagang di Pasar Youtefa ke lokasi pasar baru di Otonom Kotaraja pada 5 November, diprediksi tidak akan berjalan mulus.
Pasalnya, sejumlah pedagang menyatakan menolak untuk dipindahkan ke pasar baru. Alasannya juga masuk akal dimana setelah dilihat oleh para pedagang sendiri ternyata bangunan yang ada dianggap tidak sesuai dengan harapan. Para pedagang memilih akan tetap bertahan di lokasi Pasar Yotefa hingga semua aspirasi mereka dipenuhi.
“Tidak bisa, masa kami harus duduk berjualan di lantai lalu dengan luas hanya 1,20 meter sedangkan di Pasar Youtefa kami bisa berjualan jauh lebih luas,” kata Mama Selfiana Yenusi saat ditemui di Pasar Youtefa, Selasa (3/11).
Ia menyebut ada beberapa poin yang memberatkan untuk pindah. Pertama pedagang berjualan di lantai.Kedua lebar lapak sangat sempit dan tidak mampu menampung seluruh barang jualan dan ketiga tak ada tempat penyimpanan barang dan ini belum dengan sarana air bersih termasuk apakah saat hujan tidak basah atau sebaliknya.
“Kami tidak bisa duduk pantat ketemu pantat, kami akan tetap bertahan di sini,” tegasnya.
Selfiana Yenusi sendiri merupakan salah seorang pedagang yang sudah cukup lama berjualan. Sejak masih di pasar lama Abepura ia mengaku sudah berjualan. Senada disampaikan Debora Asmuruf yang dengan berapi – api meminta DPR tidak ikut memaksa mereka untuk pindah.
“Di sini kami masih bisa berjualan leluasa tapi di sana sempit sekali. Pemerintah harus ingat bahwa manusia mati saja membutuhkan lokasi 2 meter apalagi yang masih hidup,” sindirnya.
Nah disaat bersamaan Ketua DPRD Kota Jayapura, Abisai Rollo didampingi anggota DPR lainnya, H.Thamrin dan H. Mursidin juga menyambangi lokasi Pasar Youtefa dan Pasar Baru. Di Pasar Youtefa ia mendengar banyak keluhan pedagang terkait pasar baru.
“Saya pikir sulit sekali berjualan dengan kondisi pasar seperti yang ada saat ini sehingga tidak heran jika pedagang enggan dipindahkan. Memang terlalu sempit dan tidak ada lemari penyimpanan. Saya melihat bangunan yang ada saat ini tidak berubah ketika kami kunjungi Februari lalu,” beber Rollo.
Ia meminta pemerintah menunda lebih dulu agenda pemindahan pedagang pasar sambil melihat apa yang diinginkan oleh pedagang itu sendiri. “Kami akan menyurat ke Pemkot untuk menunda dulu dan saya pikir pasar dibangun harusnya membantu rakyat bukan justru menyusahkan rakyat,” imbuhnya. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *