Mangkrak, Pabrik Betatas Milik Pemprov Jadi Tempat Ternak Sapi

Asisten III Sekda Provinsi Papua DR Ridwan Rumasukun SE.MM bersama Ketua DPRD Keerom Bambang Wijianto ketika meninjau Paprik Betatas milik Pemprov Papua di Distrik Skanto Kabupaten Keerom yang saat saat ini tidak digunakan dan ditumbungi rumput serta menjadi tempat peternakan sapi milik masyarakat, Minggu (1/11). Foto: Ginting/cepos

JAYAPURA-Pabrik Betatas (Ubi Jalar) yang dibangun oleh Pemrpov Papua di Distrik Skanto Kabupaten Keerom saat ini berubah menjadi tempat peternakan sapi oleh masyarakat setempat. Selain itu juga lahan 10 hektar itu telah ditumbuhi tanaman liar yang mengakibatkan bangunan pabrik mangrak tersebut nyaris tidak terlihat.

Asisten III Sekda Provinsi Papua yang juga Pjs Bupati Keerom DR. Ridwan Rumasukun SE. MM bersama Ketua DPRD Keerom Bambang Wijianto meninjau pabrik betatas tersebut pada Minggu (1/11).

“Kami berharap ini bisa digunakan dan difungsikan sesuai peruntukannya atau direview ulang peruntukannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat yakni saat ini masyarakat memiliki perkebunan singkong yang melimpah sehingga bisa digunakan sebagai pabrik singkong dan ini akan dapat mengisi kebutuhan tepung kita di Papua,”Ungkap Bambang ketika melakukan peninjaun pabrik Betatas tersebut.

Bambang menambahkan bahwa pembangunan proyek pabrik betatas tersebut dimulai sejak tahun 2008 yakni pelepasan tanah seluas 10 hektar dan dilanjutkan pembangunan gedung tahun 2017, pemasangan pagar dan jalan masuk lada Tahun 2019. Sedangkan peralatan mesin yang telah ada semenjak ada ditempat tersebut belum pernah difungsikan.
Dimana mesin tersebut bantuan dari Kementerian Perindustrian RI pada Tahun 2010.

Pada bulan Maret 2020 menurutnya DPR Papua dan Disperindag Papia juga telah meninjau pabrik tersebut bersama-sama DPRD Keerom pada bulan Maret 2020 dengan tujuan menjelaskan kepada DPRP dan Disperindagkop Papua yang bary bahwa ada aset Pemprov Papua yang tidak digunakan dengan baik di Kabupaten Keerom.

“Kami sangat berharap ini bisa digunakan untuk pabrik singkong karena kami memiliki potensi singkong yang sangat melimpah siap panen saat ini sedikitnya 50 hektar itu baru 1 kampung dan hampir setiap desa punya lahan singkong dan saat ini masa panen yang melimpah karena cuaca yang pas dan ditambah masa pandemi kemaren kan ingin ketaganan pangan lokal dan saat inilah masa panennya sehingga kami harap pabrik ini dapat digunakan,”pungkasnya.

Sementara itu Asisiten III Sekda Provinsi Papua yang juga Pjs Bupati Keerom, Ridwan Rumasukun mengatakan bahwa lahan, gedung dan mesin yang ada diharapkan dapat digunakan masyarakat dengan baik, karena Pemprov Papua telah mengeluarkan dana yang cukup banyak sehingga harus bermanfaat.

“Jadi tadi Koprasi milik masyarakat telah bersurat kepada kami Provinsi dan juga kami Pemerintah Kabupaten Keerom sehingga diharapkan bisa dipinjam pake oleh masyaramat Keerom yang kebutulan saat ini singkong sangat melimpah sehingga bisa dialih fungsikan dan bila nanti betatas juga telah siap maka silahkan digunakan, tapi intinya bagaimana agar ini aset dapat digunakan demi kepentingan masyarakat,”pungkasnya.

Sementara itu dari hasil pantaun Cenderawasiih Pos lahan 10 hektar lahan tersebut menjadi tempat petetnakan milik masyaramat dan rumput liarpun tinggi hampir menutupi bangunan pabrik tersebut. Sedangkan mesin yang telah ada masih dalam keadaan tersusun rapi dengan dibungkus plastik yang menandakan bahwa sejak berdirinya pabrik tersebut belum pernah digunakan sesuai peruntukannya.(gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *