Wali Kota Minta Pemprov Bantu Alat PCR

JAYAPURA-Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM., merasa sangat bersyukur dan bangga karena ada sebanyak 249 pasien Covid-19 Kota Jayapura pada hari Jumat (30/10)lalu.

“Kami sangat bersyukur semoga pasien Covid-19 yang dirawat di isolasi  terpusat dan rumah sakit maupun yang perawatan isolasi mandiri di rumah semua bisa segera sembuh, sehingga angka RO bisa turun drastis, dan masyarakat yang sembuh ini bisa melakukan aktivitas dan bertemu dengan keluarga,’’katanya, Minggu (1/11)kemarin.

  Wali Kota menjelaskan, sejatinya tingkat kesembuhan pasien Covid-19 Kota Jayapura bisa tinggi jika selama dilakukan perawatan semua aturan dari tim medis dan dokter dijalankan, karena tidak menutup kemungkinan jika imunitas tubuh pasien Covid-19 ini bagus cukup sekira 7 hari sudah bisa sembuh dan ini sudah buktinya.

Wali Kota menjelaskan, selama ini dalam menunggu hasil swab di Litbangkes Papua dan Labkesda Papua sangat lama karena banyak swab test yang harus dikirim ke sana dan dalam menunggu hasilnya membutuhkan waktu lama.  Oleh sebab itu, Wali Kota minta kepada Pemprov Papua bisa bantu alat-alat PCR untuk swab test, kalau ada yang rusak perlu dibantu Pemprov Papua termasuk dana operasional.

  “Kalau hasil swab test cepat keluar tentu pasien yang dirawat di rumah sehat Hotel Sahid Jayapura, LPMP Papua di Kotaraja tentu akan lebih baik dan mengurangi beban pemerintah, namun jika hasilnya keluar lama tentu dana dibutuhkan dalam perawatan terus membengkak dan pasien juga marah serta komplein karena dalam menunggu hasil swab test bisa sampai dua minggu,’’katanya.

  Diakui, dulunya nunggu hasil swab test bisa cepat bisa dua atau satu hari sampel bisa keluar. Tapi jika sekarang sampel swab test semua ditampung di Litbangkes dan Labkesda Papua dari berbagai kabupaten termasuk Provinsi Papua Barat bahkan di Kota Jayapura juga banyak tentu ini kerugian waktu, biaya, tenaga yang tentunya harus diperhitungkan.

  “Saya berharap Kota Jayapura bisa dibantu alat PCR sendiri karena Pemkot sudah memiliki alat VTM tapi untuk alat untuk memeriksa tidak diberikan Pemprov, kami sudah menyurat dari bulan Agustus tidak diberi dan tenaga kita sendiri ada di Kota sudah bisa mengoperasionalkan alat PCR dan setiap kita tanya soal surat kita jawaban surat kita hilang, tapi kita ekspedisi mereka tidak bisa menyangkal, tolonglah ini menyangkut kemanusiaan semua harus diprioritaskan,’’tandasnya.(dil/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *