Tekan Angka Penularan Covid-19 di Lingkungan Pemprov Papua

Doren Wakerkwa ( FOTO: Gratianus Silas/Cepos)

JAYAPURA– Trend peningkatan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Papua memang menjadi satu persoalan yang membutuhkan perhatian sigap dari semua pihak, terutama pemerintah daerah. Baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Pasalnya, penularan yang terjadi merambah ke seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk di kantor pemerintahan. Inilah yang terjadi di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua, di mana Gubernur Papua berkebijakan menata waktu kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dikarenakan jumlah penularan di kantor pemerintahan tergolong signifikan.

“Gubernur perintahkan kerja dari rumah selama 3 bulan. Tapi secara teknis, kami atur dalam Surat Edaran, bahwa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) (tetap) melaksanakan tugas dalam rangka penyerapan APBD di triwulan akhir tahun anggaran 2020 ini,”jelasnya.

Oleh sebab itu, atur shift (jam kerja bergantian), di mana ada pegawai yang bekerja dari pukul 7.30 pagi sampai dengan pukul 11.00 siang.  Kemudian, ada yang masuk kerja dari pukul 11.00 siang sampai pukul 15.00 sore.

Selain karena tingginya penularan di kantor pemerintah Provinsi Papua yang diklaim mencapai 25 persen dari total pegawai secara keseluruhan. Terdapat pula ASN yang meninggal dunia akibat Covid-19. Hal inilah yang menyebabkan Gubernur dan Wakil Gubernur mengambil langkah agar penularan di lingkungan pemerintah tidak semakin meluas. (gr/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *