Polisi Gagalkan Pengiriman Roti Isi Shabu 193,3 Gram

Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas didampingi Kasat Narkoba Polresta Jayapura Kota Iptu Julkifli Sinaga dan Kasubag Humas Polresta Jayapura Kota AKP Jahja Rumra memberikan keterangan pers kepada wartawan di Mapolresta Jayapura Kota, Kamis (29/10) kemarin. ( foto: Elfira/Cepos)

Kasat Narkoba: Selama 2020, ini yang Terbesar

JAYAPURA- Anggota Opsnal Sat Resnarkoba Polresta Jayapura Kota gagalkan peredaran 193,3 gram shabu dari kurir antar provinsi di Kota Jayapura. Dimana dua pelaku diamankan di depan salah satu Hotel di Waena Distrik Heram, Selasa (27/10).

Dua pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu merupakan warga Provinsi Nusa Tenggara Barat . Dimana inisial keduanya yakni AS (25) dan  ES (23).

Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas mengatakan 193,3 gram shabu yang diamankan anggotanya di lapangan merupakan hasil tangkapan paling besar penanganan kasus sepanjang tahun 2020.

“Sepanjang penanganan Polresta tahun 2020, ini tangkapan paling besar untuk jenis shabu,” ucap Kapolresta didampingi Kasat Narkoba Polresta Jayapura Kota Iptu Julkifli Sinaga dan Kasubag Humas Polresta Jayapura Kota AKP Jahja Rumra saat keterangan persnya kepada wartawan di Mapolresta Jayapura Kota, Kamis (29/10).

Dengan hasil tangkapan tersebut, pihaknya menyarankan kepada pihak pengamanan di bandara khususnya dari bagian pemeriksaan untuk lebih teliti lagi. Pasalnya, modus kekinian yang dikembankan oleh para pelaku bandar maupun kurir yang disembunyikan pada wadah lain.

Gustav menerangkan, penangkapan dua tersangka pengedar shabu dilakukan oleh anggota Opsnal Sat Resnarkoba Polresta Jayapura Kota. Isai mendapat informasi di lapangan bahwa pelaku baru tiba di Kota Jayapura dari batam, menggunakan pesawat dengan membawa narkotika jenis sabu yang sedang berada di depan salah satu hotel.

Setelah itu anggota Sat Resnarkoba melakukan interogasi dan pemeriksaan badan dan barang terhadap kedua pelaku, ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak empat paket yang disimpan di dalam tas ransel warna coklat yang digunakan oleh salah satu pelaku.

“Dari hasil interogasi awal,  rencananya sabu tersebut akan diedarkan di Kota Jayapura. Dengan modus operandi yakni barang bukti sabu dimasukkan kedalam roti bulat dan sesampainya di Bandara Sentani. Sabu tersebut dikeluarkan dari roti dan dimasukkan ke dalam tas ransel,” terangnya.

Adapun pasal yang disangkakan yakni 112 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika  jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Jayapura Kota Iptu Julkifli Sinaga mengatakan, dua pelaku yang merupakan kurir antar provinsi baru pertama kali menginjakan kaki di Kota Jayapura.

“Tidak menutup kemungkinan yang bersangkutan pernah menjadi pengedar. Apalagi per paketnya mereka diiming-imingi uang Rp 10 juta,”  terangnya. Terkait apakah mereka memiliki jaringan, Kasat Narkoba mengaku sedang dilakukan pendalaman. Namun kuat dugaan barang yang mereka bawa berasal dari Batam, mengingat keduanya bekerja di Batam.

“Pengakuannya baru kali ini keluar Provinsi dan pernah jadi kurir ganja di pulau batam. Mereka sudah sering dengan bisnis seperti ini, namun baru kali ini tertangkap,” kata Julkifli.

Adapun barang bukti yang diamankan yakni  empat bungkus plastik klip bening ukuran sedang berisi narkotika golongan i jenis sabu. 12 buah potongan plastik wrapping. Tas ransel, dua unit handphone. (fia/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *