Dorong Output dan Outcome dari Budidaya Anggrek serta Tanaman Hias

Ketua DPD PAI Provinsi Papua, Ny. Yolanda Tinal, SE., saat menunjukkan bibit Anggrek yagn disiapkan DPD PAI Papua dalam praktek pelatihan budidaya Anggrek dan tanaman hias. ( FOTO: Gratianus Silas/Cepos)

Support Petani Anggrek Papua, DPD PAI Papua Beri Pelatihan

JAYAPURA- Dewan Pengurus Daerah Perhimpunan Anggrek Indonesia (DPD PAI) Provinsi Papua tidak henti-hentinya memberikan support terhadap petani Anggrek Papua, terutama dalam rangka melestarikan Anggrek yang memiliki 2.600 spesies di Papua, dari sekira 5.000 spesies lebih di Indonesia.

Kali ini, organisasi yang dipimpin Ny. Yolanda Tinal, SE., ini memberikan pelatihan budidaya Anggrek dan tanaman hias bagi para peserta yang sebagian besar tidak lain merupakan petani Anggrek. Pelatihan ini diagendakan berlansung selama tiga hari, yaitu dari tanggal 29-31 Oktober 2020.

Dalam pembukaan pelatihan tersebut, Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE., MM., meminta para peserta untuk mengikuti pelatihan dengan saksama. Pasalnya, para peserta akan dibekali dengan materi-materi yang sangat bermanfaat. Termasuk praktek yang sangat penting dari pakar-pakar Anggrek yang akan menambah pengetahuan dan kemampuan bagi seluruh peserta untuk ikut juga mengjaga kelestarian Anggrek dan tanaman hias khas Papua lainnya.

“Pada dasarnya, orientasi Anggrek harus bisa membawa manfaat bagi para petani Anggrek. PAI itu (tugasnya) untuk mengorganisasikan mulai dari mengumpulkan, membimbing hingga mendorong dalam rangka membantu pemerintah melalui OPD terkait sesuai dengan visi pemerintah provinsi, yakni mandiri,” ungkap Wagub  Klemen Tinal.

Perihal mandiri dalam hal Anggrek, Wagub Tinal meminta PAI untuk tidak hanya berfokus pada output dari pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan. Sebaliknya, harus juga ada outcome-nya.

Wagub Papua, Klemen Tinal, SE., MM., dan Ketua DPD PAI Provinsi Papua, Ny. Yolanda Tinal, SE., dalam pembukaan pelatihan budidaya Anggrek dan tanaman hias, di Holtekamp, Kamis (29/10) kemarin. ( FOTO: Gratianus Silas/Cepos)

“Pelatihan itu namanya output saja. Harus juga ada outcome. Outcome itu memberikan nilai tambah kepada mereka yang langsung berhubungan dengan Anggrek. Perlu dibikin koperasi Anggrek di tingkat provinsi, terlebih sudah ada petani dan sudah ada semuanya,” terangnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPD PAI Provinsi Papua, Ny. Yolanda Tinal menyebutkan, bahwa pemberdayaan petani Anggrek sudah dilakukan dengan membeli Anggrek para petani untuk kegiatan atau acara-acara.

“Sudah kita lakukan, tapi belum terbentuk koperasinya yang mana sementara ini sedang diurus. Namun, untuk sehari-harinya, saya sudah ambil Anggrek dari petani. Jadi, kalau ada acara, kami beli Anggrek dari petani. Setiap acara, kami pasti berdayakan petani Anggrek kita,” jelas Ny. Yolanda Tinal.

Dikatakan, sebagai Ketua PAI Papua, dirinya 100 persen memberdayakan petani Anggrek di Papua. “Seperti pelatihan ini yang mana kita bawa pelatihnya dari Jakarta. Jadi, memang pemateri yang merupakan pakar Anggrek. Kami utamakan pemberdayaan petani putra-putri daerah, makanya pematerinya kami datangkan dari Jakarta. Sehingga mereka memahami semuanya juga degnan baik perihal Anggrek,” tambahnya.

Demikian, untuk jangka pendeknya, Ny. Tinal mendorong pemberdayaan petani Anggrek untuk dapat hidup dari Anggrek-anggrek yang dijual. (gr/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *