Benda-Benda Peninggalan Pra Sejarah Diminta Tetap Dilestarikan

Salah satu warga melihat bukti-bukti peninggalan pra sejarah masa lalu yang terpampang dalam pamlet disela-sela pameran Balai Arkeologi Papua di depan Mall Ramayana Kotaraja Distrik Abepura Kota Jayapura, Rabu (28/10).  (Foto : Yewen/Cepos)

JAYAPURA- Balai Arkeologi Provinsi Papua melakukan pameran terhadap benda-benda prasejarah yang dilakukan selama dua hari, selama dua hari Selasa-Rabu (26-27 Oktober).
Pameran yang dilakukan ini dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke 92 tahun yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2020. Pameran benda-benda peninggalan dan hasil penelitian Balai Arkeologi ini sebagai wujud dari melestarikan dan menjaga benda-benda peninggalan prasejarah masa lalu di Papua.
Tak hanya itu, dalam momentum tersebut, pihak Balai Arkeologi Papua juga memberikan hadiah kepada para peserta dari berbagai sekolah yang dinyatakan sebagai juara dalam beberapa lomba, seperti lomba membuat gerabah, lomba melukis, lomba membuat vlog, lomba cerpen, dan lomba karya tulis ilmiah populer.
Dari pantauan Cenderawasih Pos terlihat para pemuda dan mahasiswa serta siswa melihat langsung benda-benda peninggalan pra sejarah yang dipamerkan oleh Balai Arkeologi melalui pamlet-pamlet yang telah berada di dalam tenda depan Mall Ramayana Kotaraja Distrik Abepura Kota Jayapura.
“Pameran benda-benda pra sejarah ini merupakan bagian dari memperkenalkan peningalan-peninggalan sejarah dari berbagai daerah yang ada di Provinsi Papua dan Papua Barat,” kata Peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto kepada wartawan di sela-sela pameran Balai Arkeologi Papua di depan Mall Ramayana, Rabu (28/10).
Hari Suroto berharap, dengan adanya pemeran benda-benda budaya ini dapat memberikan pemahaman kepada para generasi muda, sehingga ikut bersama-sama melestarikan benda-benda peninggalan prasejarah masa lalu yang ada di Papua.
“Kami harapkan seluruh generasi muda, dimomentum sumpah pemuda ini, ikut bersama-sama melestarikan dan menjaga benda-benda budaya, terutama peninggalan pra sejarah masa lalu di Papua,” harapnya. (bet/wen)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *