Pemkab Akhirnya Longgarkan Waktu Beraktivitas

SENTANI-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura akhirnya kembali memberikan pelonggaran waktu beraktivitas bagi masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini. Jika sebelumnya, pembatasan waktu aktivitas masyarakat berlaku dari jam 6 pagi sampai pukul 17.00WIT atau jam 5 sore, maka sekarang pemerintah sudah menyesuaikan dengan beberapa kabupaten/kota yang ada di Papua, salah satunya Kota Jayapura yang memberlakukan pembatasan waktu sampai pukul 21.00 WIT atau jam 9 malam.
Pelonggaran waktu beraktivitas bagi masyarakat ini dilakukan Pemkab Jayapura menyusul adanya penolakan dari sejumlah pedagang yang ada di Kabupaten Jayapura.
“Hari ini perwakilan pedagang ini datang menemui pemerintah untuk meminta agar pemerintah tidak menerapkan pembatasan waktu sampai jam 5 sore tapi kalau bisa sampai jam 9 malam seperti beberapa kabupaten yang ada di Papua,”kata Asisten 3 Setda Kabupaten Jayapura, Timotius Demetouw saat ditemui media ini usai memfasilitasi pertemuan dengan pedagang di Kantor Bupati Jayapura, Selasa (27/10), kemarin.
Menurut Timotius, para pedagang yang mewakili seluruh pedagang yang ada di Kabupaten Jayapura itu datang untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait pembatasan waktu yang menurut para pedagang sangat merugikan mereka.
Dari pertemuan itu, sejumlah pedagang menyampaikan keluhannya terkait dengan adanya sebagian besar pedagang kecil yang kehilangan mata pencahariannya akibat pembatasan waktu yang diterapkan oleh Pemkab Jayapura.
“Mereka sampaikan keluhannya bahwa ada banyak pedagang kecil seperti penjual nasi kuning, nasi goreng yang beraktivitas pada malam hari kehilangan pekerjaan karena tidak bisa lagi berjualan, akibat adanya pembatasan waktu,”ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan, Pemkab Jayapura kemudian mengambil langkah untuk memperpanjang pembatasan waktu sampai jam 9 malam. Kendati demikian, pemerintah meminta kepada seluruh pedagang yang beraktivitas baik siang maupun malam hari supaya tetap menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.
Hal ini sebagai upaya untuk menekan dan membatasi penyebaran Covid-19 yang sampai saat ini belum bisa teratasi.
“Kita memperbolehkan mereka untuk beraktivitas sampai pada pukul 21 malam, tapi punya catatan yaitu harus menerapkan protokol kesehatan mulai dari menjaga jarak, pakai masker dan menyiapkan tempat mencuci tangan bagi masyarakat yang datang,”pungkasnya.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *